JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Istilah Polisi Gettrin yang dikumandangkan Kapolri Jenderal Drs Pol Listyo Sigit Prabowo MSi, terkait tanggapi keluhan masyarakat, jangan kaku dengan Wartawan, ketika ada konfirmasi dari wartawan ditanggapi, jangan diblokir, ternyata tidak semua Program Kapolri diterima bawahannya.
Itu terbukti salah satu PJU dilingkungan Polda Kalimantan Selatan memblokir salah satu Wartawan Senior yang juga Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, hanya gara-gara foto sosialisasi Kapolri Tentang Pencopotan PJU yang tidak peka terhadap wartawan.
Ketahuan diblokirnya nomor WhatsApp Ketum Fast Respon Nusantara (FRN) saat mengkonfirmasi terkait dugaan masih beroperasinya koridor Batubara di Kalimantan Selatan.
”Pertama saya share foto Kapolri tentang pesan pesan miril TB 1, saat saya konfirmasi soal Batubara di Koridor ternyata sudah di Blokir,” tegas Agus Flores, Kamis (03/11/2022).
Sedangkan Direskrimsus Polda Kalimantan Selatan, memberikan tanggapan hal tersebut , menurut Kombes Pol Suhasto pemblokiran nomor WhatsApp Ketum FRN Agus FLores, karena tidak memperkenalkan diri pada saat mengeshre foto Kapolri dalam menyampaikan saran-saran moril kepada Direskrimsus se-Indonesia.
Sedangkan ketahuan di blokir ketika saat Agus Flores Ingin mengkonfirmasi terkait maraknya Koridor Batubara di Kalimantan Selatan, menurutnya lebih dahulu diblokir , baru diketahuinya.
Direskrimsus Polda Kalsel menambahkan bahwa pemblokiran dilakukan karena Ketum FRN tersebut tidak memperkenalkan namanya, hanya mengeshare foto tentang bahwa Direskrimsus respek terhadap wartawan.
”Dia tanpa permisi ke saya masukkan saya dalam grup., harusnya permisi dulu dong ya perkenalkan diri, itu etika nya,” tegas Direskrimsus Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol. Suhasto, S.I.K., M.H.
Suhasto juga mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa nomor yang di blokir nomornya Ketum Fast Respon Nusantara (FRN).
”Karena tidak ada tercantum namanya saat WhatsApp pertama masuk,” tegasnya.
Alasan lain pemblokiran karena seorang Ketum FRN tidak etis mengirim WhatsApp seperti itu.
”Kalau perkenalkan sebagai wartawan pasti saya Respon,” tegasnya.
Sedangkan ketika wartawan Nasional Suara Merdeka (NSM) TV, mempertanyakan apakah harus di Blokir Nomor ketika tidak memperkenalkan nama, termasuk masyarakat tidak memperkenalkan namanya.
Direskrimsus Polda Kalsel minta jangan digiring kearah lain.
”Ga lah….Jangan digiring kearah lain,” tegasnya.
Ketika dikonfirmasi, Kapolri Jenderal Drs Pol Listyo Sigit Prabowo MSi terkait pemblokiran tersebut, pihak Jenderal bintang empat tersebut belum memberikan tanggapan. (REDJAVA/FRN****).












