JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di bawah terik matahari yang perlahan meninggi, lalu lintas di kawasan Simpang Tiga Polres Sumenep tetap bergerak seperti biasa. Kendaraan datang dan pergi, pejalan kaki melangkah menuju tujuan masing-masing. Namun di tengah rutinitas yang seolah tak pernah berhenti itu, hadir pemandangan sederhana yang mampu menghadirkan rasa hangat di hati banyak orang.
Sejumlah relawan Komunitas Berbagi Sesama (KBS) Sumenep berdiri di sisi timur jalan. Dengan senyum tulus dan sapaan penuh keramahan, mereka membagikan 87 bungkus Nasi Bungturat kepada masyarakat yang melintas. Satu demi satu bungkus nasi berpindah tangan, membawa pesan bahwa kepedulian masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah sebungkus nasi. Namun bagi mereka yang sedang menjalani hari dengan keterbatasan, perhatian kecil tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Ada rasa dihargai, ada kepedulian yang dirasakan, dan ada harapan yang kembali tumbuh dari sebuah pemberian yang dilakukan dengan ketulusan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin SH, mengatakan bahwa kegiatan berbagi Nasi Bungturat bukan sekadar program sosial rutin, melainkan wujud nyata dari semangat kemanusiaan yang terus dijaga oleh para relawan dan para donatur.
“Kami percaya bahwa kebaikan tidak harus menunggu berlebih. Ketika ada kesempatan untuk membantu sesama, sekecil apa pun itu, maka sudah sepatutnya kita melakukannya dengan penuh keikhlasan,” kata Akhmad Sahruddin SH, Jum’at (19/06/2026).
Menurutnya, setiap bungkus nasi yang dibagikan bukan hanya berisi makanan, tetapi juga membawa doa, perhatian, dan harapan agar masyarakat yang menerima dapat merasakan kebahagiaan meski dalam bentuk yang sederhana.

“Yang kami bagikan bukan semata-mata nasi. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa masih banyak orang yang peduli. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani kehidupan ini,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang tersenyum saat menerima nasi, sementara beberapa pejalan kaki terlihat mengucapkan terima kasih dengan wajah penuh syukur.
Bagi KBS Sumenep, momen-momen seperti itulah yang menjadi sumber semangat untuk terus bergerak. Karena di balik setiap senyum penerima manfaat, terdapat kebahagiaan yang tak bisa diukur dengan angka maupun materi.
“Harapan kami sederhana, semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi ladang kebaikan bagi semua pihak, baik relawan, donatur maupun penerima manfaat. Dan semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menebarkan kepedulian kepada sesama,” pungkas Akhmad Sahruddin SH.
Di tengah kehidupan yang semakin cepat dan penuh tantangan, aksi berbagi yang dilakukan KBS Sumenep menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih memiliki tempat yang istimewa.
Bahwa kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk besar dan mewah. Terkadang, ia hadir melalui senyum yang tulus, uluran tangan yang sederhana, dan sebungkus nasi yang diberikan dengan penuh kasih kepada mereka yang membutuhkan. (REDJAVA)








