JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Di tengah berbagai tugas dan tanggung jawab pemasyarakatan, kepedulian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas. Hal itu dibuktikan jajaran pemasyarakatan di Madura melalui aksi nyata bedah rumah milik warga kurang mampu di Desa Nyalabu Daya, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Program sosial tersebut melibatkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Lapas Kelas IIA Pamekasan, dan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan yang bersinergi membangun kembali rumah milik Misnaya, warga yang selama ini tinggal di hunian yang kondisinya jauh dari kata layak.
Dengan semangat gotong royong, para petugas pemasyarakatan turun langsung membantu proses renovasi rumah agar penerima bantuan bersama keluarganya dapat menempati tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan implementasi nyata arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, yang terus mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program-program sosial yang berdampak nyata.

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengatakan bahwa pemasyarakatan tidak hanya hadir dalam fungsi pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan bedah rumah ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kami tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga memiliki komitmen untuk ikut membantu warga yang membutuhkan uluran tangan,” ujar Aditya, Kamis (18/6).
Menurutnya, program bedah rumah menjadi salah satu bentuk pengabdian insan pemasyarakatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Kami berharap rumah yang direnovasi ini dapat memberikan kenyamanan dan semangat baru bagi penerima bantuan beserta keluarganya. Kebahagiaan masyarakat adalah kebahagiaan kami juga,” katanya.
Aditya menegaskan, kolaborasi yang terjalin antar-UPT Pemasyarakatan di Madura menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat. Pemasyarakatan harus mampu menjadi institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.
Aksi bedah rumah tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar. Kehadiran petugas pemasyarakatan yang turun langsung membantu proses pembangunan dinilai menjadi contoh nyata bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan slogan ‘Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat’ yang selama ini digaungkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Lebih dari sekadar memperbaiki bangunan fisik, kegiatan tersebut menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Sebab, rumah bukan hanya tempat berteduh, melainkan simbol kehidupan yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
Melalui langkah kecil yang membawa dampak besar ini, jajaran pemasyarakatan di Madura berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata kehadiran negara melalui aksi-aksi sosial yang berkelanjutan. (REDJAVA****)








