JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep terus menunjukkan keseriusannya dalam membenahi dunia olahraga, khususnya cabang atletik. Menatap dua ajang bergengsi, Jatim Open dan Blitar Open 2026 yang akan digelar Mei mendatang, Pengurus Cabang Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PC PASI) Sumenep menurunkan total 30 atlet andalan.
Kiprah di dua kejuaraan ini bukan sekadar memburu medali, melainkan menjadi batu loncatan strategis dalam proses regenerasi dan persiapan matang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ketua PC PASI Sumenep, R. Abd. Moedjib, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan komposisi atlet secara matang. Ada pembagian tugas jelas antara tim yang bertanding di Jatim Open dan Blitar Open, disesuaikan dengan kualitas dan pengalaman masing-masing atlet.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menargetkan partisipasi di dua event besar ini sebagai ajang pembuktian dan pembelajaran. Total sekitar 30 atlet kami siapkan. Ini adalah bagian dari proses panjang pembinaan agar atletik Sumenep lebih kompetitif di tingkat provinsi bahkan nasional,” kata R. Abd. Moedjib kepada awak media, Jum’at (17/04/2026).
Ajang pertama yang akan dijajal adalah Jatim Open yang berlangsung pada 1 hingga 5 Mei 2026 di Stadion Atletik Untung Suropati, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kejuaraan berskala nasional ini akan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
Di event ini, Sumenep mengirimkan 13 atlet pilihan. Komposisinya didominasi oleh atlet muda yang menjadi proyeksi utama Porprov Jatim 2027, namun tetap didukung oleh punggawa senior.
“Di Jatim Open, kami menurunkan sekitar 13 atlet. Sebanyak 90 persen di antaranya adalah atlet proyeksi Porprov 2027 sebagai bagian dari pematangan mental dan skill. Namun kami tetap menyertakan sekitar 10 persen atlet senior, termasuk mereka yang pernah berlaga di PON. Kehadiran mereka penting untuk menjaga ritme pertandingan dan menjadi mentor bagi yang muda,” ujarnya.
Tak berhenti di sana, kontingen Sumenep langsung berlanjut ke Blitar Open yang digelar pada 15–18 Mei 2026. Berbeda dengan Jatim Open, event ini difokuskan sebagai ajang pembinaan dan evaluasi bagi atlet pemula.
Sebanyak 18 atlet yang mayoritas masih berstatus pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, akan diturunkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka setelah menjalani program latihan rutin.
“Blitar Open kami jadikan tolak ukur utama bagi atlet pemula. Ini momen penting untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan selama ini berjalan dan bagaimana mental mereka saat bertanding,” paparnya.
Lebih jauh, R. Abd. Moedjib menekankan bahwa strategi ini dirancang untuk membangun sistem yang berkelanjutan. Pihaknya tidak hanya mengejar prestasi jangka pendek, tetapi melakukan pemetaan potensi untuk masa depan.
“Kami tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membangun sistem regenerasi yang kuat. Dari sini akan terlihat siapa yang memiliki potensi untuk naik level ke Kejurda maupun Popda,” pungkas R. Abd. Moedjib.
Dengan persiapan yang matang ini, PASI Sumenep optimis dapat melahirkan generasi atlet baru yang tangguh, siap bersaing, dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di kancah olahraga nasional. (REDJAVA****)









