JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep kembali disibukkan dengan tiga kejadian berbeda dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Mulai dari evakuasi mesin genset yang terjebak lumpur hingga dua peristiwa kebakaran di wilayah kota dan kecamatan Ganding.
Semua laporan tersebut diterima melalui layanan tanggap darurat SiLaPor 112 Kabupaten Sumenep, yang terhubung langsung dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Sumenep.
Kabid Damkar Satpol PP Sumenep Sugiyanto membenarkan bahwa jajarannya menerima laporan pertama pada Rabu (22/10/2025) malam pukul 23.12 WIB dari Kecamatan Saronggi.
“Kami mendapat laporan dari warga bernama Bapak Anwar di perbatasan Desa Juluk dan Talang, Saronggi. Ia meminta bantuan evakuasi karena mesin genset miliknya terjebak di jalan berlumpur,” kata Sugiyanto saat dikonfirmasi, Kamis (23/10).
Petugas Damkar yang menerima laporan melalui SiLaPor 112 langsung berkoordinasi dengan pelapor untuk menentukan titik lokasi. Menurut Sugiyanto, akses jalan yang licin membuat tim bekerja ekstra hati-hati agar alat berat tersebut bisa dikeluarkan tanpa kerusakan.
“Tim kami tiba di lokasi sekitar tengah malam. Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam karena kondisi jalan yang becek dan minim penerangan,” terangnya.
Tak berselang lama, pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.49 WIB, Damkar kembali menerima laporan kebakaran di Desa Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Insiden tersebut terjadi di Jalan Kesatrian, sebelah barat Markas Kodim 0827/Sumenep.
“Informasi awal kami terima dari petugas kami sendiri, Bapak Dani, yang sedang bertugas di sekitar lokasi. Kebakaran disebabkan ledakan kompor gas di salah satu rumah warga,” jelas Sugiyanto.
Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain. Menurut Sugiyanto, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, meski kerugian material belum dapat dipastikan.
“Begitu menerima laporan, dua unit mobil damkar langsung meluncur ke lokasi. Api berhasil dipadamkan kurang dari 30 menit,” ujarnya.
Belum selesai beristirahat, sekitar pukul 07.45 WIB, laporan ketiga masuk dari Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding. Seorang warga bernama Dafa melaporkan kebakaran warung di tepi jalan raya Ganding.
“Kami kembali mengerahkan satu unit armada dari Pos Ganding. Berdasarkan hasil awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian dapur warung,” ungkap Sugiyanto.
Kebakaran itu sempat menarik perhatian warga sekitar. Petugas bergerak cepat agar api tidak menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Kami bersyukur tidak ada korban dalam seluruh kejadian hari ini. Ini membuktikan kecepatan respon tim lapangan bersama dukungan SiLaPor 112 berjalan baik,” ungkap Sugiyanto menegaskan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan alat masak maupun perangkat listrik, terutama di musim pancaroba saat cuaca lembap sering memicu korsleting.
“Kami minta warga terus waspada dan jangan ragu menghubungi SiLaPor 112 jika terjadi keadaan darurat. Layanan ini aktif 24 jam, terintegrasi dengan seluruh tim penanganan cepat di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (REDJAVA****)















