JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Jagat maya gempar. Delapan jam lalu, unggahan di akun Facebook “Taretan Farid” mendadak menjadi sorotan publik. Sosok yang selama ini dikenal vokal sebagai Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Farid secara terbuka mendeklarasikan niatnya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, tahun 2027 mendatang.
Dalam keterangannya, Farid menegaskan bahwa tekadnya maju bukan untuk menyaingi atau meniadakan jasa pemimpin terdahulu. Ia justru mengapresiasi penuh kerja keras para kepala desa sebelumnya yang telah memberi warna dan kontribusi besar bagi pembangunan Payudan Dundang.
“Saya punya mimpi besar untuk desa yang telah melahirkan saya. Tempat di mana saya tumbuh dan dibesarkan. Bukan berarti pemimpin sebelumnya itu tidak baik. Justru saya menghargai mereka, karena setiap pemimpin punya gaya dan cara masing-masing dalam membangun desanya. Itu perlu diapresiasi,” kata Farid dalam unggahannya 8 jam lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Farid yang selama ini dikenal kritis dalam mengawal isu-isu korupsi di tingkat daerah maupun nasional, kini ingin menyalurkan semangat integritas dan gerakan antikorupsinya untuk tanah kelahirannya sendiri.
“Saya hanya ingin mengabdi untuk desa saya sendiri. InsyaAllah, saya akan maju mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Payudan Dundang di periode mendatang, yang dijadwalkan tahun 2027 jika tidak ada perubahan. Namun saya tidak akan pernah memaksa masyarakat,” ujarnya.
Menurut Farid, esensi Pilkades adalah pesta demokrasi yang harus dijalankan dengan hati nurani. Masyarakat bebas memilih pemimpin yang dinilai mampu membawa kesejahteraan dan kebahagiaan, tanpa tekanan dan tanpa konflik.
“Kalau masyarakat menganggap saya mampu membawa kebahagiaan, keamanan, dan kesejahteraan, maka pilihlah saya. Tapi kalau sebaliknya, jangan pilih saya. Karena Pilkades ini adalah kerjanya hati. Kalau hati sudah tidak bisa, ya tidak bisa. Saya tidak memaksa,” sambungnya penuh ketegasan.
Farid juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan Pilkades sebagai ajang perpecahan. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai melahirkan permusuhan.
“Saya berharap masyarakat tidak perlu ribut. Tidak perlu gontok-gontokan hanya karena beda pilihan. Jangan sampai kita rugi sendiri hanya karena mendukung calon A, B, atau C. Inti dari Pilkades adalah memilih pemimpin terbaik untuk membangun desa, mensejahterakan masyarakat, dan menjaga keamanan kita bersama,” tambahnya.
Di tengah popularitasnya sebagai aktivis anti korupsi, Farid tetap menegaskan bahwa ia adalah sosok sederhana yang lahir dari keluarga biasa. Kesederhanaan itu yang membuatnya merasa dekat dengan rakyat kecil.
“Saya orang biasa, lahir dari keluarga sederhana. Kami bukan keluarga kaya, tapi kami bahagia. InsyaAllah jika Allah SWT memberikan amanah kepada saya untuk menjadi kepala desa, saya siap menerima masukan, siap dikritik selama ada solusinya. Karena saya sadar, manusia tidak akan lepas dari salah dan dosa,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Farid mengajak seluruh masyarakat Payudan Dundang menyambut Pilkades 2027 dengan damai, tenang, dan penuh kegembiraan.
“Mari kita songsong Pilkades Payudan Dundang mendatang dengan ruang yang gembira, suasana yang tenang, dan hati yang bersih. Jangan ribut, jangan bermusuhan. Siapapun yang terpilih, itulah amanah Allah SWT. Yang penting desa kita aman, masyarakat kita sejahtera, dan semua bisa berbahagia bersama,” tandasnya.
Unggahan Farid tersebut sontak menuai perhatian. Warganet menilai, rekam jejaknya sebagai Ketua GAKI yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai antikorupsi, ditambah kerendahan hatinya sebagai anak desa, bisa menjadi harapan baru bagi masa depan Payudan Dundang. (REDJAVA****)










