Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debat Kandidat BEM-KM STAIM Uji Gagasan Pemimpin Muda, Dorong Kepemimpinan Amanah dan Progresif

Debat Kandidat BEM-KM STAIM Uji Gagasan Pemimpin Muda, Dorong Kepemimpinan Amanah dan Progresif

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Regenerasi kepemimpinan mahasiswa di STAIM memasuki babak penting. Debat kandidat Ketua dan Wakil Ketua BEM-KM STAIM menjadi panggung untuk menguji gagasan, keberanian, serta komitmen para calon pemimpin mahasiswa.

Debat tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Besar BEM-KM STAIM. Forum ini mengusung tema “Membangun Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Amanah, Berintegritas, dan Berlandaskan Nilai-Nilai Islam untuk BEM-KM yang Progresif.”

Dua pasangan calon mendapat ruang untuk memaparkan visi dan misi. Mereka juga diuji melalui sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa dan dinamika organisasi kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua STAIM, Moh. Sholeh, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan debat kandidat tersebut. Menurutnya, proses regenerasi harus menjadi ruang pendidikan kepemimpinan bagi mahasiswa.

“Demokrasi kampus harus melahirkan pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berkarakter.” kata Moh. Saleh, M.P., disela-sela kegiatan.

Ia menilai kemampuan organisasi saja tidak cukup untuk menjadi modal seorang pemimpin. Integritas, tanggung jawab, kedewasaan berpikir, serta nilai moral harus berjalan beriringan.

“Pemimpin mahasiswa harus mampu menggabungkan kemampuan organisasi dengan nilai moral dan tanggung jawab.” tegasnya.

Debat kandidat juga mendapat perhatian serius dari Ketua BEM-KM STAIM, Ahmad Fadlan Masykuri. Ia menilai regenerasi bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan keberlanjutan perjuangan mahasiswa.

Baca Juga :  Toko Baju Milik Sofyan Di Pasar Bangkal Di Bobol Maling Kerugian Mencapai Rp. 60 Juta

Menurut Ahmad, calon pemimpin harus memahami bahwa jabatan di organisasi mahasiswa merupakan amanah. Karena itu, kepemimpinan harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa secara menyeluruh.

“Pemimpin mahasiswa bukan sekadar peraih suara terbanyak, tetapi penerima amanah yang siap bekerja.” ujar Ahmad.

Ia juga mengingatkan bahwa BEM-KM memiliki posisi strategis sebagai penghubung mahasiswa dengan lembaga kampus. Fungsi tersebut harus dijalankan dengan keberanian, tetapi tetap mengedepankan etika dan adab.

“BEM harus menjadi jembatan mahasiswa dan lembaga dengan cara santun, kritis, serta beradab.” jelasnya.

Dalam sesi debat, sejumlah persoalan strategis menjadi bahan pertanyaan dan pembahasan. Di antaranya penyelesaian konflik organisasi, agenda kerja pada bulan pertama, hingga penguatan kolaborasi antarlembaga mahasiswa.

Persoalan hubungan BEM dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) turut menjadi perhatian. Kolaborasi dinilai penting agar gerakan mahasiswa tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Dapat Sentuhan Khusus dari Ditbinmas Polda Jatim, Petugas Diasah dengan Latihan Bela Diri

Selain itu, budaya literasi di lingkungan kampus menjadi salah satu isu yang mengemuka. Literasi dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun mahasiswa yang kritis, produktif, dan mampu membaca persoalan secara objektif.

Nilai-nilai Islam juga menjadi bagian penting dalam arah kepemimpinan BEM-KM STAIM. Amanah, integritas, adab, serta semangat memberikan manfaat menjadi prinsip yang diharapkan melekat pada pemimpin terpilih.

Ahmad menegaskan, penyampaian aspirasi mahasiswa harus tetap dilakukan secara proporsional. Kritik terhadap kebijakan kampus perlu disampaikan dengan argumentasi dan cara yang bermartabat.

Menurutnya, sikap kritis tidak berarti harus berhadapan secara frontal dengan birokrasi. Penyelesaian persoalan perlu mengutamakan dialog dan pendekatan kekeluargaan.

Namun, ia juga mengingatkan agar prinsip kepatuhan tidak dimaknai sebagai sikap pasif. BEM tetap harus berani memperjuangkan kepentingan mahasiswa ketika menemukan kebijakan yang dinilai tidak berpihak.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan seiring rencana perubahan status kelembagaan STAIM. Momentum menuju institut dinilai membutuhkan organisasi mahasiswa yang semakin matang dan profesional.

Debat kandidat akhirnya tidak hanya menjadi arena adu argumentasi. Forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menilai kapasitas, karakter, serta kesiapan calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih

Mahasiswa diharapkan tidak memilih hanya berdasarkan popularitas atau kedekatan personal. Visi, rekam gagasan, integritas, dan kemampuan menawarkan solusi perlu menjadi pertimbangan utama.

Bagi BEM-KM STAIM, regenerasi kepemimpinan adalah bagian dari perjalanan panjang organisasi. Estafet kepemimpinan harus mampu melahirkan generasi yang berani bergerak sekaligus bijaksana dalam mengambil keputusan.

Pemimpin yang dibutuhkan bukan hanya mampu berbicara di hadapan mahasiswa. Lebih dari itu, pemimpin harus sanggup mendengar, merumuskan persoalan, membangun komunikasi, dan menghadirkan solusi nyata.

Dengan semangat tersebut, MUBES BEM-KM STAIM menjadi momentum menentukan arah baru organisasi. Harapannya, kepemimpinan berikutnya mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan progresif.

Pada akhirnya, suara mahasiswa bukan sekadar angka dalam proses pemilihan. Setiap suara merupakan harapan agar BEM-KM STAIM dipimpin oleh sosok yang siap mengabdi dan menjaga amanah.

Regenerasi pun tidak berhenti pada pergantian nama dalam struktur organisasi. Regenerasi adalah tentang meneruskan nilai, memperkuat perjuangan, serta menghadirkan perubahan yang dirasakan seluruh mahasiswa.

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU