JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kreativitas siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep kembali mencuri perhatian. Bukan hanya melalui prestasi akademik, kali ini para siswa menunjukkan kemampuan di dunia kreatif dan audio-visual dengan ambil bagian dalam Take Video Mini Drama Competition 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kompetisi tersebut digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Tim multimedia MAN Sumenep menyelesaikan proses produksi sekaligus mengirimkan karya mereka pada Kamis (13/8/2026) dari Aula Graha Wiyata MAN Sumenep.
Yang membuat karya ini menarik, siswa tidak sekadar menjadi pemeran. Mereka ikut terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari menggali ide, menyusun naskah, memainkan karakter, hingga melakukan pengambilan gambar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep cerita yang diangkat juga memiliki pesan kuat. Moderasi beragama, budaya lokal, dan dinamika kehidupan remaja madrasah dirangkai dalam sebuah mini drama yang dikemas dengan pendekatan kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Sejumlah lokasi ikonik di Kabupaten Sumenep turut digunakan sebagai latar pengambilan gambar. Kehadiran unsur lokal tersebut membuat karya siswa terasa lebih dekat dengan identitas daerah, sekaligus menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep melalui media digital.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, mengapresiasi kesungguhan siswa dan tim pembimbing selama proses produksi. Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan pengalaman penting bagi peserta didik untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan bekerja sama, sekaligus membangun karakter.
“Apapun hasilnya nanti, proses ini telah membuktikan bahwa anak-anak MAN Sumenep siap menjadi kreator muda yang kompetitif dan berkarakter,” ujar Zaini Mukhsin, Jum’at (14/08/2026).
Ia menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan di luar ruang kelas. Karena itu, kreativitas audio-visual perlu diarahkan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan positif yang tetap berpijak pada nilai keagamaan dan budaya.
“Yang terpenting bukan hanya hasil kompetisinya, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman untuk berani berkarya, berinovasi, dan menyampaikan nilai-nilai positif melalui kreativitas mereka,” katanya.
Keikutsertaan dalam Take Video Mini Drama Competition 2026 menjadi salah satu langkah MAN Sumenep dalam memperluas ruang pengembangan potensi siswa. Dunia digital tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkarya, berkomunikasi, dan membangun citra positif generasi muda.
Karya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan untuk menggabungkan nilai agama, budaya lokal, kreativitas seni, serta teknologi dalam satu produk audio-visual.









