JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Deru ombak dan hentakan dayung bakal mewarnai perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-1269 tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Sumenep akan menggelar Lomba Dayung Sampan di Pelabuhan Kayuaro, Kecamatan Kangayan, pada 18–20 Agustus 2026. Selain menawarkan persaingan antarpeserta, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya maritim yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Sumenep.
Ajang tersebut menyediakan total hadiah sebesar Rp5 juta, lengkap dengan piala dan piagam penghargaan. Peserta berasal dari kelompok masyarakat yang berminat mengikuti perlombaan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa lomba dayung memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar pertandingan olahraga.
Menurutnya, tradisi tersebut merepresentasikan kedekatan masyarakat Sumenep dengan laut sekaligus menggambarkan nilai perjuangan, persaudaraan, dan gotong royong yang diwariskan para leluhur.
“Sumenep adalah daerah yang dikelilingi lautan, laut adalah rumah kedua kita. Dayung sampan bukan hanya olahraga, melainkan warisan perjuangan nenek moyang kita yang mengarungi samudra demi persaudaraan dan kesejahteraan,” ujar Achmad Fauzi.
Ia menambahkan, pelaksanaan lomba tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
“Melalui ajang ini, kita ingin menanamkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air di hati setiap generasi,” tegasnya.
Tak hanya menjadi hiburan masyarakat, lomba dayung juga diarahkan menjadi ruang untuk memperkuat promosi wisata dan budaya Sumenep.
Pemerintah daerah berharap kehadiran peserta dan penonton dari berbagai wilayah dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.
Bagi Bupati Achmad Fauzi, semangat yang dibangun melalui perlombaan tersebut sejalan dengan momentum Hari Jadi Sumenep. Perayaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi energi untuk menatap masa depan.
“Perayaan Hari Jadi bukan sekadar peringatan masa lalu, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Lewat irama dayung yang serentak, kita tunjukkan bahwa Sumenep bersatu, kuat, dan siap berlayar menuju kemajuan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran warga dari berbagai desa dan kecamatan akan semakin memperkuat atmosfer kebersamaan dalam perayaan Hari Jadi Sumenep.
“Kami mengundang seluruh masyarakat, baik warga lokal maupun luar daerah, untuk hadir menyaksikan dan merasakan kehangatan budaya kita,” ujarnya.
Ia berharap lomba dayung dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting di tengah perubahan zaman.
“Mari kita jadikan ajang ini sebagai momen kebanggaan, bahwa budaya kita masih tegak berdiri dan terus lestari di tengah gempuran zaman,” pungkasnya.
Dengan perpaduan olahraga, budaya, dan semangat kebersamaan, Lomba Dayung Sampan Hari Jadi Sumenep ke-1269 diharapkan menjadi salah satu daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan.
Lebih dari sekadar perlombaan, derap dayung yang bergerak serempak menjadi simbol bahwa warisan leluhur masih hidup, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan Lomba Dayung Sampan juga mendapat apresiasi dari Kecamatan Kangayan sebagai wilayah penyelenggara.
Camat Kangayan Nurullah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang memberikan kesempatan kepada kecamatan untuk mengangkat tradisi dan potensi lokal melalui kalender event daerah.
Menurut Nurullah, lomba dayung sampan sebenarnya telah menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan masyarakat Kangayan setiap tahun. Namun, sebelumnya pelaksanaannya masih sederhana dan dilakukan secara swadaya.
“Kami atas nama Kecamatan Kangayan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep karena telah memberikan kesempatan kepada kecamatan-kecamatan yang memiliki tradisi untuk ikut masuk dalam kalender event tahun 2026. Bagi kami, ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi lomba dayung sampan yang selama ini rutin digelar di Kangayan,” ujar Nurullah, S.H., M.H, Senin (10/08/2026).
Tahun ini, dukungan pemerintah daerah membuat penyelenggaraan lomba berlangsung lebih semarak. Selain mendapatkan dukungan anggaran melalui perangkat daerah terkait, panitia juga menyiapkan hadiah serta piala bagi para peserta yang berhasil menjadi juara.
Nurullah menyebut total hadiah yang disiapkan mencapai sekitar Rp5 juta, di luar piala dan trofi. Antusiasme masyarakat pun terlihat dari jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri kepada panitia.
Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 40 peserta telah mendaftar untuk ambil bagian dalam lomba dayung sampan tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini dukungan yang diberikan membuat kegiatan bisa kami kemas lebih meriah. Total hadiah sekitar Rp5 juta ditambah piala dan trofi. Sampai saat ini sudah sekitar 40 peserta yang mendaftar. Kami berharap ke depan pesertanya semakin banyak dan lomba ini bisa menjadi event yang semakin besar,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kalender event Kabupaten Sumenep menjadi langkah positif dalam memberikan ruang bagi masyarakat di tingkat kecamatan untuk menampilkan kekayaan tradisi masing-masing.
Ia berharap dukungan terhadap kegiatan berbasis tradisi lokal dapat terus berlanjut sehingga lomba dayung sampan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Kangayan.
“Kami berharap ke depan dukungan terhadap kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga lomba dayung sampan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Kangayan,” ungkap Nurullah.
Semangat masyarakat untuk mempertahankan tradisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi wisata dan budaya di wilayah kepulauan Sumenep memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Lomba dayung sampan Kangayan pun diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperkuat posisi tradisi lokal sebagai bagian penting dari kalender event Kabupaten Sumenep.
Pendaftaran peserta telah dibuka di Kantor Kecamatan Kangayan. Sementara itu, rapat teknis dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2026 untuk membahas berbagai ketentuan perlombaan, termasuk aspek teknis dan keselamatan peserta.
Informasi mengenai kegiatan dapat diperoleh melalui kontak yang telah disediakan, yakni Saifullah atau Bang Pullah, Pongly, dan Arsani.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari UD Berkah Usaha sebagai sponsor pelaksana yang turut bersinergi dalam menyukseskan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep.
Pada akhirnya, Lomba Dayung Sampan Kangayan bukan sekadar perlombaan. Di balik hentakan dayung yang membelah ombak, terdapat semangat masyarakat untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat kebersamaan, sekaligus membuka ruang bagi potensi wisata dan budaya lokal agar semakin dikenal luas.
Derap dayung yang bergerak serempak menjadi simbol bahwa tradisi yang dirawat bersama tidak akan mudah tenggelam ditelan zaman.








