JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upacara bendera di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, Senin (10/8/2026), berlangsung dengan penuh kedisiplinan. Namun, lebih dari sekadar agenda rutin setiap awal pekan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan siswa tentang pentingnya etika dalam menggunakan media sosial.
Murid kelas 12 A dipercaya menjadi pelaksana upacara. Mereka menjalankan setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, disiplin, dan presisi.
Pesan utama disampaikan Pembina Upacara yang juga Ketua Kewirausahaan Madrasah, Suprihmiartiningsih. Ia mengingatkan seluruh siswa agar lebih bijak ketika membuat maupun menyebarkan konten di media sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa setiap unggahan di media sosial dapat membentuk persepsi publik. Karena itu, penggunaan seragam maupun latar belakang madrasah dalam sebuah konten harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“Jangan sembarangan membuat konten menggunakan seragam atau berlatar madrasah apabila tidak memiliki nilai edukasi dan manfaat yang jelas,” pesannya.
Ia menekankan, media sosial seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan positif dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sebaliknya, konten yang bersifat edukatif, inspiratif, dan memberikan dampak positif, terlebih yang telah mendapatkan izin dari pihak madrasah, justru perlu didukung dan disebarluaskan.
“Kalau kontennya positif, edukatif, bermanfaat, dan sudah mendapatkan izin madrasah, silakan disebarluaskan. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk berbagi kebaikan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital. Siswa sebagai generasi muda dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami batas antara ruang pribadi dan ruang publik.
Sementara itu, Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan upacara sekaligus pesan yang disampaikan pembina.
Menurutnya, pendidikan karakter di era digital tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Kesadaran dalam menggunakan media sosial juga menjadi bagian penting dari pembentukan karakter siswa.
“Anak-anak harus mampu membedakan mana ruang privat dan mana ruang publik. Apa yang diunggah di media sosial dapat dilihat banyak orang dan bisa membawa nama baik, bukan hanya nama pribadi, tetapi juga nama madrasah,” tegas Zaini Mukhsin.
Ia berharap para siswa MAN Sumenep mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah, edukasi, kreativitas, dan penyebaran informasi yang memberikan manfaat.
“Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan edukasi. Tampilkan hal-hal positif sehingga keberadaan siswa MAN Sumenep dapat membawa nama baik madrasah,” pungkasnya.
Pesan yang disampaikan dalam upacara tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kedisiplinan tidak berhenti ketika upacara selesai. Di ruang digital, setiap siswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga sikap, etika, dan jejak digitalnya.
Dengan demikian, media sosial tidak sekadar menjadi tempat untuk berekspresi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan karakter, prestasi, serta kontribusi positif bagi madrasah dan masyarakat.









