JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mesin politik PDI Perjuangan di Kabupaten Sumenep mulai kembali dipanaskan. Konsolidasi dari tingkat cabang hingga akar rumput menjadi perhatian serius partai berlambang banteng moncong putih itu menjelang pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) di seluruh wilayah Sumenep.
Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) DPC PDI Perjuangan Sumenep di kantor partai, Jalan Lingkar Barat, Desa Batuan, Minggu (9/8/2026).
Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus DPC bersama pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan sekadar rapat rutin, Rakorcab menjadi ruang untuk menyatukan kembali langkah seluruh struktur partai. Dari forum inilah kesiapan administrasi, kaderisasi hingga strategi penguatan organisasi di tingkat bawah mulai dipetakan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep, Abrari, mengatakan konsolidasi menjadi fondasi penting sebelum partai memasuki tahapan Musran dan Musanran.
“Rakorcab ini menjadi momentum untuk menyatukan persepsi seluruh struktur partai. Kami ingin memastikan PAC tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap dengan kader dan strategi untuk menjalankan agenda organisasi,” kata Abrari.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat kabupaten. Justru, denyut organisasi paling terasa ketika kader dan pengurus di tingkat kecamatan, desa hingga anak ranting mampu bergerak dalam satu irama.
Karena itu, DPC PDI Perjuangan Sumenep mendorong seluruh PAC segera melakukan konsolidasi internal. Pendataan kader, pemetaan potensi wilayah serta komunikasi dengan pengurus ranting dan anak ranting menjadi bagian yang harus dipersiapkan sejak awal.
“Musran dan Musanran merupakan bagian penting dari siklus organisasi partai. Di forum itu kami bisa melakukan evaluasi sekaligus menyegarkan kepengurusan agar struktur di bawah semakin kuat menghadapi agenda-agenda berikutnya,” ujarnya.
Abrari menegaskan, proses tersebut harus dilakukan secara tertib dan sesuai mekanisme organisasi. Persiapan yang matang dinilai penting agar pelaksanaan Musran dan Musanran tidak sekadar memenuhi agenda formal, tetapi benar-benar menghasilkan struktur organisasi yang aktif dan mampu bekerja di tengah masyarakat.
DPC PDI Perjuangan Sumenep juga memberikan arahan teknis kepada jajaran PAC mengenai tahapan pelaksanaan Musran dan Musanran. Setiap pengurus diminta memahami aturan organisasi sekaligus memastikan komunikasi di tingkat ranting dan anak ranting berjalan efektif.
“Kami ingin proses konsolidasi ini benar-benar turun sampai ke bawah. Jangan sampai hanya berhenti di forum rapat. Setelah ini PAC harus bergerak, melakukan pendataan, membangun komunikasi dan mempersiapkan seluruh perangkat organisasi di wilayahnya,” tegas Abrari.
Bagi PDI Perjuangan Sumenep, soliditas internal menjadi modal penting untuk menjaga eksistensi partai di tengah masyarakat. Struktur yang kompak dinilai akan membuat kerja-kerja politik dan sosial partai lebih mudah dijalankan.
Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya terlihat dari banyaknya kepengurusan, tetapi dari kemampuan seluruh kader bergerak bersama ketika berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.
Abrari mengatakan DPC tidak akan melepas begitu saja proses persiapan Musran dan Musanran. Monitoring langsung ke sejumlah kecamatan akan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta petunjuk dari DPP PDI Perjuangan.
“Setelah Rakorcab ini kami akan melakukan monitoring langsung ke kecamatan. Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan petunjuk DPP,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konsolidasi yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari upaya membangun kekuatan partai secara berkelanjutan. Kader di tingkat bawah harus memiliki ruang untuk tumbuh, bergerak dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, Musran dan Musanran tidak hanya dipandang sebagai agenda pergantian atau penyegaran kepengurusan. Lebih jauh, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat fondasi PDI Perjuangan di tingkat akar rumput.
“Kami ingin mesin partai di Sumenep semakin panas dan semakin siap bergerak. Targetnya jelas, solid dalam organisasi, bergerak bersama masyarakat dan mampu memenangkan setiap agenda politik yang dihadapi,” pungkas Abrari.
Bagi DPC PDI Perjuangan Sumenep, konsolidasi bukan sekadar menyatukan barisan. Lebih dari itu, konsolidasi menjadi cara untuk memastikan setiap kader memiliki arah gerak yang sama dan keberadaan partai benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.









