JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Dedikasi Imam Syafi’i, S.H. dalam Gerakan Pramuka mendapat apresiasi di tingkat Jawa Timur. Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep itu menerima Lencana Pancawarsa V Tingkat Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan dalam prosesi yang berlangsung di Kantor Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Jalan Raya Kertajaya Nomor 77-A, Kota Surabaya, Sabtu (8/8/2026) malam.
Momen tersebut terasa semakin istimewa lantaran Lencana Pancawarsa V disematkan langsung oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil, SP., SH., MKI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nama Imam Syafi’i, S.H. tercantum dalam daftar penerima Penganugerahan Lencana Pancawarsa. Dalam daftar tersebut, Imam tercatat sebagai Waka Kwarcab dari Kwarcab Sumenep.
Lencana Pancawarsa V menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan secara berkelanjutan dalam Gerakan Pramuka.
Bagi Imam, penghargaan tersebut bukan sekadar tanda kehormatan, melainkan juga pengingat untuk terus menjaga semangat pengabdian.
“Saya bersyukur atas penghargaan Lencana Pancawarsa V ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Kwarcab Sumenep dan menjadi motivasi untuk terus mengabdi,” kata Imam Syafi’i, S.H, kepada media ini, Minggu (09/08/2026).
Selain aktif sebagai Waka Kwarcab Sumenep, Imam Syafi’i juga mengemban tugas sebagai KRPH Sumenep. Peran tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan yang berkaitan dengan lingkungan dan kehutanan.
Salah satu langkah yang akan didorong Imam adalah mengaktifkan kembali pembinaan generasi muda melalui Saka Wana Bakti.Saka Wana Bakti merupakan wadah kegiatan kepramukaan yang berkaitan dengan bidang kehutanan dan lingkungan.
Pembinaannya melibatkan unsur Perum Perhutani dan Dinas Kehutanan, sehingga dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam.
Dirinya melihat keberadaan Saka Wana Bakti memiliki potensi besar untuk kembali digerakkan di Kabupaten Sumenep.
Generasi muda, kata dia, perlu diberikan ruang untuk belajar sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan yang membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami akan berupaya mengaktifkan kembali pembinaan generasi muda melalui Saka Wana Bakti. Ini merupakan binaan yang berkaitan dengan Perhutani dan Dinas Kehutanan, sehingga generasi muda bisa mendapatkan pembinaan sekaligus pengalaman tentang kepedulian terhadap hutan dan lingkungan,” ujarnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan Pramuka agar tidak hanya berlangsung dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, Imam menilai pembinaan generasi muda membutuhkan kegiatan yang konkret.
Karena itu, Saka Wana Bakti diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Harapannya, Saka Wana Bakti bisa menjadi ruang bagi generasi muda Sumenep untuk belajar, berkegiatan dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan. Kita ingin pembinaan ini benar-benar memberikan manfaat bagi mereka dan masyarakat,” tutup Imam.
Menurutnya, sinergi antara Gerakan Pramuka, Perhutani dan Dinas Kehutanan menjadi penting untuk menghidupkan kembali kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pembinaan sekaligus membuka ruang kegiatan yang lebih luas bagi generasi muda.
Penghargaan Lencana Pancawarsa V yang diterima Imam pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah seremoni.
Justru, penghargaan tersebut menjadi energi baru untuk melanjutkan pengabdian melalui kerja nyata.
Bagi Gerakan Pramuka Sumenep, penghargaan yang diterima Imam Syafi’i menjadi kebanggaan tersendiri.
Terlebih, Lencana Pancawarsa V tersebut disematkan langsung oleh Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil.
Dari Surabaya, Imam membawa pulang bukan hanya sebuah tanda penghargaan, tetapi juga semangat baru untuk memperkuat pembinaan generasi muda di Sumenep.
Lencana Pancawarsa V menjadi simbol perjalanan pengabdian, sementara rencana menghidupkan kembali Saka Wana Bakti menjadi langkah nyata untuk meneruskan semangat pengabdian tersebut kepada generasi berikutnya.









