JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Pertandingan penyisihan Grup C PKDI Cup II 2026 antara PKDI Pamekasan FC dan PKDI Sumenep FC berakhir imbang. Bermain di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (8/8/2026), kedua tim harus puas berbagi poin setelah laga berakhir dengan skor 1-1.
Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut berjalan dalam tempo cukup tinggi. Kedua kesebelasan sama-sama berusaha mengamankan poin penting untuk menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Tuan rumah PKDI Pamekasan FC tampil menekan sejak awal pertandingan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-13.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hamidi, pemain bernomor punggung 11, berhasil mencetak gol pembuka sekaligus membawa Pamekasan unggul 1-0.
PKDI Sumenep FC merespons dengan meningkatkan tekanan. Memasuki babak kedua, permainan berlangsung semakin terbuka. Sumenep terus mencari ruang untuk menyamakan kedudukan.
Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit ke-60. Pemain bernomor punggung 18 berhasil menjebol gawang PKDI Pamekasan FC dan mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim masih memiliki sejumlah peluang. Namun, hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol yang tercipta.
Ketua Pelaksana Pertandingan PKDI Pamekasan FC, Fausi, mengakui hasil pertandingan menjadi bahan evaluasi bagi timnya. Namun, dia menilai semangat kebersamaan tetap menjadi bagian penting dari turnamen tersebut.
“Evaluasi pasti dilakukan tim pelatih. Namun, apa pun hasilnya, yang penting tetap bisa ngopi bareng setelah pertandingan,” kata Fausi di sela-sela kegiatan.
Fausi juga menilai anak asuhnya telah bermain maksimal. Hanya saja, beberapa peluang yang diperoleh belum mampu dimanfaatkan menjadi gol.
“Permainan tim sudah bagus, hanya belum beruntung. Penalti masih membentur tiang,” ujarnya.
Menurut Fausi, kondisi fisik pemain yang menurun pada akhir pertandingan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil laga.
Untuk pertandingan berikutnya menghadapi PKDI Sampang, dia menyebut tidak ada persiapan khusus yang dilakukan tim. Pamekasan akan tetap mengoptimalkan komposisi pemain dan formasi yang tersedia.
Sementara itu, Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menyambut positif hasil imbang tersebut. Dia menilai para pemain telah menunjukkan perjuangan untuk mengimbangi permainan tuan rumah.
“Alhamdulillah, kita sudah main untuk yang kedua kalinya. Kita bisa mengimbangi pemain-pemain Pamekasan dengan skor 1-1,” ucap H. Ubaid.
Ia menyebut hasil tersebut menjadi modal bagi PKDI Sumenep untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama untuk meningkatkan kualitas permainan dan menentukan komposisi pemain.
“Ke depan tetap bisa terus berlanjut. Untuk para pemain kita lebih selektif lagi. Mungkin formatnya bisa kita rubah nanti untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Dia berharap PKDI Cup II 2026 tidak sekadar menjadi kompetisi sepak bola. Menurutnya, turnamen tersebut memiliki tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antar kepala desa se-Madura.
“Harapannya PKDI Cup ini terus berlanjut, bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana silaturahmi kepala desa se-Madura tetap terjaga,” pungkasnya.
Hasil imbang tersebut membuat PKDI Pamekasan FC dan PKDI Sumenep FC sama-sama mengoleksi satu poin di Grup C.
Persaingan menuju babak berikutnya pun masih terbuka. Setiap tim dituntut meraih hasil maksimal pada pertandingan selanjutnya untuk memperbesar peluang lolos.
Di luar persaingan di lapangan, PKDI Cup II 2026 tetap membawa semangat kebersamaan melalui slogan “Satu Komando”.
Turnamen ini menjadi ruang pertemuan kepala desa se-Madura untuk berkompetisi sekaligus mempererat hubungan persaudaraan.
Pertandingan boleh berakhir dengan skor 1-1. Namun, semangat silaturahmi yang menjadi fondasi turnamen diharapkan terus berlanjut di luar lapangan.









