JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Suasana di Untung Café, Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep terasa berbeda.
Puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Sumenep dan luar daerah berkumpul dalam semangat diskusi kritis pada gelaran KLIK#2 (Kupas Langsung Isu Terkini), sebuah forum intelektual besutan Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Sumenep, Senin (07/07/2025) malam.
Mengusung tema “Tes Kompetensi Akademik: Reaktualisasi Standarisasi Intelektual dalam Format Kebijakan yang Diperbarui,” KLIK#2 menjadi panggung terbuka bagi para pelajar untuk menggugat, mengkritisi, sekaligus menyumbang gagasan terhadap sistem pendidikan yang berlaku, khususnya seputar isu Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Fajar Hidayat, S.IP., M.M., yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian pelajar terhadap isu-isu strategis.
“Saya kagum dengan daya kritis dan kepedulian adik-adik pelajar. Ini menunjukkan bahwa pelajar Sumenep tidak hanya belajar, tetapi juga berpikir dan peka terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Fajar.
Eks Lurah Bangselok Kecamatan Kota Sumenep itu menambahkan, pelajar perlu terus membiasakan diri membaca situasi sosial dan pendidikan di sekelilingnya sebagai bekal menuju masa depan yang lebih berdaya.
Acara yang diikuti oleh 51 pelajar dari 17 sekolah ini menciptakan ruang dialog yang hidup dan interaktif. Sekolah-sekolah yang terlibat antara lain:
1. Binar Junior High School Kebunagung
2. SMPN 1 Sumenep
3. SMPN 1 Kalianget
4. SMAN 1 Sumenep
5. SMAN 2 Sumenep
6. SMAN 3 Sumenep
7. SMA Muhammadiyah Sumenep
8. SMA Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo
9. SMP Progresif Bumi Sholawat, Sidoarjo

10. MTsN 2 Sumenep
11. MAN Kota Batu
12. Pondok Pesantren Dalwa, Bangil
13. Ar-Rohmah IIBS
14. SMA Yas’a
15. SMPI Lukman Al Hakim, Sumenep
16. SMK Gresik
17. SMK Muhammadiyah 7 Malang
Sesi diskusi berlangsung dinamis. Para peserta tak segan mengutarakan keresahan mereka tentang sistem penilaian akademik yang dirasa belum sepenuhnya merefleksikan kemampuan pelajar secara utuh.
Sejumlah pertanyaan tajam dan kritik konstruktif mengalir dari podium ke forum, memperlihatkan bahwa pelajar Sumenep tak hanya melek isu, tetapi juga siap menjadi mitra berpikir dalam pembangunan pendidikan.
Di akhir acara, para peserta diajak menuangkan ide dan harapan mereka dalam bentuk tulisan, yang kemudian dikumpulkan sebagai bentuk aspirasi kolektif.
Harapan-harapan ini nantinya akan dikompilasi oleh PII Sumenep sebagai bahan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan pelajar.
Sementara Kepala Bidang Kajian dan Kaderisasi Umat (K2U) PII Sumenep, Zahira Nasywa Ramadhani, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan acara ini.
“Alhamdulillah, selain karena izin dan kuasa Allah, partisipasi aktif teman-teman PD juga sangat membantu hingga KLIK#2 berjalan lancar, menjadi penutup manis di akhir masa jabatan saya,” ungkap Zahira.
Melalui forum seperti KLIK, PII Sumenep ingin terus menumbuhkan budaya literasi dan keberanian bersuara di kalangan pelajar. Bahwa mereka bukan hanya objek sistem, tapi juga subjek perubahan yang mampu memberi warna bagi masa depan pendidikan Indonesia. (REDJAVA****)












