JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana pagi di Jalan Teuku Umar, tepatnya di warung depan Kantor Notaris Faizal Rizani Desa Pandian Kecamatan kota Jumat tampak lebih hidup dari biasanya, Jumat (17/04/2026),
Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berbagai elemen masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan kota.
Sejak pagi, kegiatan gotong royong berlangsung penuh semangat.
Para peserta terlihat menyapu, memungut sampah, hingga membersihkan sisi jalan dengan suasana kebersamaan yang cair dan penuh keakraban.
Menariknya, di sela-sela aktivitas tersebut, suasana tidak hanya diisi dengan kerja bakti, tetapi juga diiringi canda ringan yang mencairkan suasana serta obrolan keagamaan yang cukup mendalam antar peserta.
Dalam momen kebersamaan itu, mantan Kepala BPKSDM Sumenep, H. Achmad Masuni, S.E., M.M., turut hadir sambil ngopi diwarung tersebut berbagi pesan kehidupan yang sarat makna.
Dengan nada tenang, ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia memiliki batas waktu yang tidak dapat dihindari.
“Manusia itu ada masanya,” ujarnya singkat.
Ia juga menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia, baik maupun buruk, akan kembali kepada dirinya sendiri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
“Perbuatan kebaikan dan keburukan manusia itu akan kembali kepada kita,” lanjutnya.
Sosok yang dikenal supel di semua elemen ini mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan, terlebih dalam menjalani kehidupan sosial dan kebersamaan.
“Maka jangan sombong,” tegasnya.
Dalam suasana yang semakin reflektif, H. Masuni turut menyinggung hakikat kehidupan yang pasti akan dialami setiap manusia tanpa memandang usia maupun kedudukan.
“Kematian itu tidak mengenal usia, ingatlah wahai manusia,” ucapnya lirih.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ukuran terbaik seorang manusia bukanlah jabatan atau harta, melainkan sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang lain.
“Manusia yang bisa memberikan manfaat kepada sesama,” tuturnya.
Kegiatan bersih-bersih tersebut tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih rapi dan bersih, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.
Canda yang mengalir di antara peserta, dipadukan dengan obrolan religius yang menyentuh, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar aksi kebersihan, melainkan juga ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan serta spiritualitas di tengah masyarakat. (REDJAVA****)












