Surplus Melimpah! Gabah Sumenep Tembus 6000 Ton, Harga Rp6500 Perkg

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, S.E.,M.Si

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, S.E.,M.Si

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Madura, mencatat prestasi gemilang di awal tahun 2026. Produksi gabah pada musim tanam pertama atau triwulan I tidak hanya memenuhi target, melainkan mengalami surplus yang luar biasa hingga melampaui target yang ditetapkan sebanyak sepuluh kali lipat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026). Ia mengungkapkan, target penyerapan gabah oleh Bulog yang semula ditetapkan sebesar 600 ton, kini berhasil diraih hingga mencapai angka fantastis 6.066 ton.

“Alhamdulillah, panen triwulan pertama tahun 2026 ini benar-benar luar biasa. Target yang dipatok Bulog sebesar 600 ton, nyatanya kita bisa capai 6.066 ton. Ini artinya sudah melampaui target secara signifikan,” ujar Chainur Rasyid dengan bangga.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Pimpin Sertijab Satu PJU dan Dua Kapolsek Jajaran

Lebih jauh ia menjelaskan, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan menjadi bukti nyata keberhasilan sektor pertanian di wilayah tersebut. Bahkan, menurut data yang ada, produksi gabah Sumenep periode ini tercatat sebagai yang terbesar se-Madura yang mencakup empat kabupaten.

Keberhasilan panen raya ini tidak lepas dari sinergi yang solid antara DKPP, jajaran penyuluh, serta pihak Bulog yang menerapkan strategi jemput bola. Pemerintah tidak menunggu petani datang, melainkan turun langsung ke sawah untuk menyerap hasil panen.

Baca Juga :  Melecehkan Profesi Jurnalis, Akun Adi Adi Pranata Akan Dilaporkan Ke Mabes Polri

“Kami dan Bulog langsung turun ke lapangan membeli gabah petani di lokasi. Kami datangi dengan truk pengangkut, sehingga petani tidak perlu repot mengangkut jauh,” jelasnya.

Dalam penyerapan tersebut, harga yang ditawarkan sangat menguntungkan petani, yaitu sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai berhasil mengubah pola pikir petani bahwa pemerintah hadir untuk melindungi harga komoditas mereka.

“Petani sangat antusias. Dengan harga maksimal yang kami tawarkan dan pembayaran yang dilakukan secara tunai dan langsung, tentu ini sangat menguntungkan bagi mereka,” tambahnya.

Dari capaian produksi sebesar 6.066 ton dengan harga jual Rp6.500 per kg, Chainur menghitung bahwa perputaran uang yang masuk ke kantong petani dan masyarakat Sumenep mencapai lebih dari Rp4 miliar. Angka ini menjadi suntikan ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat pedesaan.

Baca Juga :  Hadiri Deklarasi FAHAM oleh Poros Muda Kepulauan, Achmad Fauzi Wongsojudo Komitmen Tampung Aspirasi Pemuda

“Sektor pertanian di Sumenep ini benar-benar menjadi penyumbang utama peningkatan ekonomi masyarakat. Gabah kering berkualitas dari Sumenep bahkan diminati dan dibeli oleh daerah lain seperti Banyumas dan wilayah lainnya,” pungkas Inong sapaannya.

Ke depan, DKPP Sumenep berkomitmen untuk terus memaksimalkan potensi lahan yang ada melalui sosialisasi dan pendampingan intensif, agar hasil panen yang memuaskan ini dapat terus berlanjut pada musim-musim berikutnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru