JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini terus diperkuat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep. Melalui pembinaan dan peningkatan kompetensi guru PAUD yang digelar di Aula Al Ikhlas, Kamis (16/7/2026), Kemenag menegaskan bahwa kualitas guru merupakan faktor utama dalam menentukan lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang diikuti guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep itu dibuka dengan doa yang dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), Edy Hariyanto. Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, memberikan pembinaan sekaligus penguatan mengenai strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan anak usia dini.
Dalam pembinaannya, Abdul Wasid menyoroti pentingnya metode mendongeng sebagai salah satu pendekatan belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menjadi media efektif untuk membentuk karakter peserta didik sejak usia emas pertumbuhan mereka.
“Mendongeng bukan sekadar menyampaikan cerita. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan, pendidikan karakter, penguatan imajinasi, hingga latihan berpikir kritis yang dapat ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Karena itu, guru harus mampu menjadikan cerita sebagai sarana membangun masa depan anak,” kata Abdul Wasid.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pembelajaran. Guru PAUD dituntut mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif, komunikatif, dan menyenangkan agar anak dapat tumbuh dengan kemampuan berpikir yang baik sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Abdul Wasid menegaskan bahwa kompetensi guru harus berkembang secara utuh, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi agar proses pembelajaran mampu menjawab kebutuhan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
“Guru PAUD harus terus meningkatkan kompetensi diri. Bukan hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan membimbing, memberi teladan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna bagi setiap anak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial ataupun sebatas memperoleh sertifikat pelatihan. Seluruh materi yang diperoleh selama pembinaan harus diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di masing-masing satuan pendidikan.
Menurut Abdul Wasid, keberhasilan pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh komitmen guru dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh menjadi inovasi pembelajaran yang mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.
“Saya berharap seluruh ilmu yang diperoleh hari ini benar-benar diimplementasikan di ruang kelas. Teruslah menjadi guru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif, karena dari tangan para guru PAUD akan lahir generasi penerus bangsa yang berkualitas dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Abdul Wasid.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru PAUD di Kabupaten Sumenep yang selama ini terus mengabdikan diri mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan profesionalisme.
Ia menilai dedikasi para guru merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sumenep semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berintegritas, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat.











