GEN Malang Raya Gelar Roundtable, Dorong Konsensus Publik Jelang Derby Jatim di Kanjuruhan

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GEN Malang Raya Gelar Roundtable, Dorong Konsensus Publik Jelang Derby Jatim di Kanjuruhan

GEN Malang Raya Gelar Roundtable, Dorong Konsensus Publik Jelang Derby Jatim di Kanjuruhan

JAVANETWORK.CO.ID.MALANG – Menjelang rencana pertandingan antara Arema FC dan Persebaya pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan, Gerakan Ekonomi Nasional (GEN) Malang Raya menggelar forum bertajuk “Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim” pada Rabu di Hotel Trio Indah 2 Kota Malang (15/4/2026).

Ketua GEN Malang Raya, Dandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ruang refleksi bersama untuk merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Rencana pertandingan ini bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga menjadi ujian bagi ketahanan sosial kita, bagaimana masyarakat mampu mengelola memori masa lalu, emosi kolektif, serta menentukan langkah ke depan secara bijaksana,” ujarnya.

Dandi menekankan bahwa GEN Malang Raya hadir bukan untuk memihak, melainkan sebagai fasilitator yang netral untuk membuka ruang dialog yang setara, jujur, dan bermartabat bagi semua pihak.

Secara terpisah, Ketua Umum GEN Jawa Timur, Moh. Romli MPD, menyampaikan sikap tegasnya terkait rencana penyelenggaraan laga bergengsi tersebut. Menurutnya, aspek kemanusiaan dan penghormatan terhadap memori kolektif masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan lainnya.

“Kami memahami sepak bola adalah hiburan dan kebanggaan, namun tidak boleh melupakan sejarah dan rasa duka yang masih membekas. Stadion Kanjuruhan bukan sekadar bangunan fisik, tapi tempat yang menyimpan kenangan mendalam bagi ribuan keluarga. Menyelenggarakan pertandingan besar di sana saat ini dinilai belum tepat secara emosional dan sosial. Kami mendukung penuh upaya menjaga ketertiban dan kepekaan perasaan masyarakat,” tegas Romli, Kamis (16/04/2026).

Baca Juga :  Buruh Apresiasi Kapolri Dan Jajarannya, Mayday Fiesta di GBK Berjalan Aman Dan Lancar

Lebih jauh, Romli berharap semua pihak dapat mengambil keputusan yang bijak dan tidak memaksakan kehendak yang berpotensi menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan tidak akan merekomendasikan Stadion Kanjuruhan sebagai tempat pertandingan melawan Persebaya. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono.

“Pemkab Malang tidak merekomendasikan laga Derby Jatim digelar di Kanjuruhan,” kata Rahmat.

Dia mengatakan bahwa Kanjuruhan masih menyisakan luka yang mendalam pasca tragedi 1 Oktober 2022. “Ini ada luka yang belum pulih, yang belum bisa disembuhkan,” jelas dia.

Rahmat menyampaikan bahwa sikap tersebut akan disampaikan oleh Bupati Malang, Sanusi, dalam rapat bersama Polres setempat. Dia mengatakan bahwa izin pertandingan bertajuk Derby Jawa Timur itu sampai saat ini memang belum keluar.

Baca Juga :  Gelar Open House, Bupati Fauzi sebut Sarana Pererat Silaturrahmi, Tiada Sekat dan Batas

“Nanti bupati akan rapat di Polres tidak akan merekomendasikan Kanjuruhan. Ijin sampai sekarang belum keluar,” ucapnya.

Ia kembali menegaskan sikap Pemkab Malang terkait rencana pertandingan Arema FC melawan Persebaya. “Pemerintah kabupaten malang tidak akan merekomendasikan stadion Kanjuruhan sebagai tempat pertandingan Arema melawan Persebaya pada 28 April,” tegasnya.

Di forum yang sama, Ketua PSSI Kabupaten Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadho, menyebut sikap Pemkab Malang itu sudah cukup menjadi alasan untuk membatalkan big match Arema FC vs Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan.

“Kalau sudah dinyatakan Pemkab Malang tidak merekomendasikan Derby Jatim digelar di Kanjuruhan, itu sudah menjadi salah satu unsur untuk membatalkan pertandingan,” ujar Ali.

Ali juga menyampaikan bahwa Polres Malang juga sudah menyatakan sikap tidak siap mengawal pertandingan Arema vs Persebaya di Kanjuruhan.

“Ini kami dapat informasi bahwa Kapolres Malang tidak siap. Berarti sudah ada dua aspek. Satu aspek saja bisa membatalkan pertandingan. Ini sudah dua aspek. Tinggal kita tunggu putusan resminya,” katanya.

Sementara itu, peneliti Rafi Azzamy memang secara tegas menyatakan penolakannya atas rencana derby Jatim digelar di Kanjuruhan. Dia melihat ada niat jahat dari rencana tersebut, yakni kepentingan bisnis dan mengaburkan persoalan tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga :  Meneladani Rasul dan Menyayangi Yatim: UAS dan BAZNAS Sumenep Spirit Kemanusiaan

“Saya melihat mensrea, ada satu niat jahat yang dilakukan PT LIB dalam konteks penyelenggaraan laga di Kanjuruhan. Jelas, Stadion Kanjuruhan sepi penonton. Maka perlu diramaikan lagi melalu derby. Pertandingan di Kanjuruahan akan mengaburkan masalah. Jadi itu yang kita lihat mensreanya di sana,” ungkapnya.

Rafi pun menawarkan solusi, yakni memindahkan pertandingan tersebut untuk digelar luar daerah.

“Saya menawarkan solusi laga itu dipindah, terserah di mana, asal tidak di Kanjuruhan. Jadi laga di gelar di luar daerah. Soal anggaran terserah. Laga digelar di stadion Kanjuruhan itu kemungkaran,” tegasnya.

Adapun anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wadoyo mengatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan harus menjadi catatan sejarah ke depan.

“Tapi itu tidak boleh terus berlanjut. Harus kita pulihkan. Kita harus bangkit bersama. Kita harus punya semangat bangkit. Dari perspektif kemanusiaan kita harus jadikan catatan, tapi dari perspektif sepakbola kita harus bangkit,” ucapnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru