JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Salah satu wisudawan asal Kabupaten Sumenep, Mohammad Firman meraih wisudawan terbaik dalam wisuda ke-21 di Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) dengan indek prestasi kumulatif (IPK) 3.98, Sabtu (30/09/2023) beberapa hari yang lalu.
Sosok wisudawan terbaik itu adalah putra dari juru parkir asal Sumenep, Madura Jawa Timur. Mohammad Firman merupakan mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D-3) Teknik Informatika PENS Surabaya, Prodi di luar Kampus Utama (PSDKU).
“Alhamdulillah jujur saya tidak pernah berfikir bisa meraih dan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik. Bisa kuliah saja, saya sudah sangat bersyukur,” kata Mohammad Firman lewat pesan WhatsAppnya, Rabu (04/10/2023).
Ia menuturkan sebelum masuk ke PENS, dirinya harus berusaha keras menyakinkan kedua orang tuanya untuk bisa melanjutkan studi. Hal tersebut lantaran kondisi ekonomi keluarga dan nilai sekolahnya yang serba pas-pasan.
“Kehidupan keluarga saya pas-pasan, Bapak saya saat itu hanya bekerja sebagai tukang parkir di pasar,” terang alumni SMAN 1 Sumenep itu.
Namun, tekat Mohammad Firman memang sudah bulat. Ia harus melanjutkan kuliah untuk mengubah nasib dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Mohammad Firman pun mantap memilih PENS karena dirinya meyakini dengan menguasai keterampilan, maka ia bisa lebih mudah untuk memperoleh pekerjaan usai lulus kuliah.
“Jadi sejak awal saya memang tertarik ke PENS dan pernah mendaftar di jalur reguler, namun saya tidak diterima. Akhirnya saya mencoba lagi di gelombang terakhir PSDKU Sumenep. Alhamdulillah diterima,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mohammad Firman menceritakan, setelah diterima di PENS, dirinya kembali dihadapkan pada masalah ekonomi keluarganya.
Meskipun pada akhirnya ayah Mohamad Firman tidak hanya mengandalkan pekerjaan sebagai tukang parkir dan memilih bekerja serabutan sehingga penghasilan pun tidak tetap.
Hal itulah membuat kebimbangan ibunya yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan itupun berimbas pada dirinya yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah.
“Dari urutan keluarga. Saya adalah anak pertama dan masih ada 1 adik lagi yang masih sekolah, sementara ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa, hal itu yang membuat saya ragu,” pungkasnya. (REDJAVA****)












