Pemilu 2029: Politisi Muda NasDem Sorot Ketimpangan Dapil Surabaya, Minta Representasi Warga Tak Tertahan Pembagian Lama

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilu 2029: Politisi Muda NasDem Sorot Ketimpangan Dapil Surabaya, Minta Representasi Warga Tak Tertahan Pembagian Lama

Pemilu 2029: Politisi Muda NasDem Sorot Ketimpangan Dapil Surabaya, Minta Representasi Warga Tak Tertahan Pembagian Lama

JAVANETWORKCO.ID.SURABAYA – Kota Surabaya yang kini menampung 31 kecamatan dengan jutaan warganya, ternyata masih terkurung dalam pembagian lima daerah pemilihan (dapil) DPRD yang tak berubah sejak lama. Seiring perkembangan wilayah dan lonjakan jumlah penduduk, sistem ini dinilai mulai tak sanggup lagi menjawab kebutuhan aspirasi masyarakat dan politisi muda mulai angkat suara untuk merombaknya secepatnya.

Salah satu yang vokal menyuarakan hal ini adalah Wakil Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Surabaya sekaligus Ketua Ikatan Alumni FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Taufiq MS. Menurutnya, evaluasi dan penataan ulang dapil menjelang Pemilu 2029 bukan sekadar urusan teknis pembatasan wilayah, melainkan soal hak dasar setiap warga Surabaya untuk didengar dan terwakili dengan adil.

“Surabaya tumbuh begitu cepat. Kawasan pemukiman baru bermunculan, jumlah penduduk berubah drastis, tapi garis batas dapilnya masih sama seperti bertahun-tahun lalu. Bagaimana mungkin satu perwakilan bisa memeluk aspirasi seluruh konstituen yang jumlahnya melonjak berkali-kali lipat? Ini bukan soal menambah kursi, tapi memastikan suara warga tak hilang di tengah keramaian,” tegas Taufiq di Surabaya, Selasa (7/7).

Ia menegaskan, semakin luas wilayah dan semakin besar jumlah konstituen yang diemban satu anggota legislatif, semakin tipis peluang warga mendapatkan pelayanan dan penyerapan aspirasi yang mendalam. Pembagian lima dapil untuk 31 kecamatan ini, menurutnya, sudah waktunya dikaji ulang secara menyeluruh bukan karena tekanan pihak tertentu, tapi demi efektivitas demokrasi itu sendiri.

“Jika beban satu dapil terlalu berat, wakil rakyat tak akan bisa bekerja maksimal. Ia tak akan sempat menyelami masalah setiap desa, kelurahan, hingga lingkungan terkecil. Akibatnya, keadilan pembangunan dan pemerataan perhatian hanya akan jadi janji di atas kertas,” ujarnya.

Taufiq juga memuji langkah awal KPU Kota Surabaya yang mulai membuka ruang diskusi publik, melibatkan partai politik, akademisi, hingga elemen masyarakat umum dalam merancang desain dapil baru. Namun ia mengingatkan satu hal penting: proses ini harus bersih dari kepentingan politik sesaat.

“Kita minta kajiannya berbasis data kependudukan resmi, analisis akademik yang objektif, dan patuh pada aturan hukum. Jangan sampai penataan ulang ini justru menguntungkan kelompok tertentu saja. Prinsipnya jelas: kesetaraan nilai suara, kesinambungan wilayah, dan kemudahan warga bertemu wakilnya,” imbuh Taufiq.

Diharapkan, hasil penataan ulang dapil nanti tak hanya memenuhi standar administrasi pemilu, tapi benar-benar melahirkan sistem keterwakilan yang lebih adil, mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen, serta mendorong pembangunan yang merata dari Surabaya Pusat hingga ke pelosok wilayah pinggiran.

Baca Juga :  Gelar Jum'at Curhat di Bulan Suci Ramadhan, Ini Pesan dan Harapan Kapolres Sumenep Kepada Masyarakat

“Ini momen penting untuk membangun Surabaya yang lebih adil. Mari kita pastikan setiap suara warga Kota Pahlawan punya bobot yang sama di ruang legislatif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru