JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Sumenep pada November 2025 menunjukkan pergerakan yang belum stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep mencatat, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan tipis, namun arus kunjungan wisatawan justru melemah dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep Joko Santoso mengungkapkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada November 2025 tercatat sebesar 19,37 persen, atau naik 0,50 poin dibandingkan Oktober 2025. Meski demikian, capaian tersebut masih lebih rendah 0,33 poin dibandingkan November 2024.
“Secara bulanan ada kenaikan tingkat hunian hotel, tetapi secara tahunan masih terjadi penurunan. Ini menunjukkan pemulihan sektor perhotelan belum sepenuhnya kuat,” kata Joko Santoso, Kamis (08/01/2025).
BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel di Kabupaten Sumenep selama November 2025 hanya 1,21 hari. Angka ini mencerminkan bahwa kunjungan wisatawan masih didominasi perjalanan singkat.
“Lama menginap yang relatif pendek menandakan wisatawan belum banyak menghabiskan waktu di Sumenep. Ini menjadi tantangan dalam mendorong belanja wisata yang lebih besar,” ujarnya.
Dari sisi pergerakan wisatawan, jumlah perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) dengan tujuan Kabupaten Sumenep pada November 2025 tercatat lebih dari 211 ribu perjalanan, atau turun sekitar 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan melemahnya arus kunjungan masuk ke daerah.
Sementara itu, mobilitas warga Sumenep yang bepergian ke luar daerah justru menunjukkan tren berbeda. Jumlah perjalanan Wisnus yang berasal dari Kabupaten Sumenep tercatat lebih dari 255 ribu perjalanan, dengan kecenderungan meningkat tipis dibandingkan Oktober 2025.
“Mobilitas keluar daerah masih cukup tinggi, sementara perjalanan masuk ke Sumenep mengalami penurunan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar sektor pariwisata daerah semakin menarik dan berdaya saing,” jelas Joko.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa sektor pariwisata Sumenep masih berada dalam fase penyesuaian. Kenaikan okupansi hotel belum sepenuhnya diikuti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, sehingga dibutuhkan penguatan promosi dan daya tarik destinasi agar pergerakan wisata lebih seimbang. (REDJAVA/$$$)












