JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) menggelar Workshop Pendampingan Implementasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ruang lobi Hotel HK Sumenep, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 itu diikuti seluruh pengawas SD serta dua guru perwakilan dari setiap kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Workshop dibuka Kepala Bidang Pembinaan SD, Ardiansyah Ali Sochibi, ST, MT, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Selama tiga hari, peserta mendapatkan penguatan implementasi pembelajaran sekaligus pendampingan penggunaan perangkat PID FID untuk mendukung administrasi dan proses belajar mengajar di sekolah.
Kabid Pembinaan SD Ardiansyah Ali Shochibi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah dasar. Menurutnya, pengawas dan guru harus memiliki kompetensi yang selaras dengan perkembangan dunia pendidikan.
“Kami ingin seluruh pengawas dan guru memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep,” kata Ardiansyah Ali Shochibi di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, penggunaan perangkat PID FID menjadi salah satu materi penting dalam workshop. Penguasaan perangkat tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola sekolah sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
“Pemanfaatan PID FID harus benar-benar dipahami oleh seluruh peserta agar dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung administrasi maupun pembelajaran di setiap sekolah,” ujarnya.
Selain memperkuat kompetensi individu, workshop juga diharapkan mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan melalui peran aktif para pengawas dan guru di masing-masing wilayah. Hasil pendampingan nantinya diharapkan diterapkan dan dibagikan kepada rekan sejawat di sekolah.
“Kami berharap seluruh materi yang diperoleh selama tiga hari pelaksanaan workshop dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh guru, siswa, dan masyarakat,” ungkap Ardi sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Dinas Pendidikan akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan bagi tenaga kependidikan di Kabupaten Sumenep.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengawas, kepala sekolah, dan guru menjadi kunci untuk menghadirkan pendidikan dasar yang semakin berkualitas, adaptif, dan mampu melahirkan generasi unggul di masa depan,” pungkasnya.












