Dinkes Sumenep Evaluasi PTM 2026 Lebih Awal, Perkuat CKG dan Skrining Massal

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, S.Kep.Ns., M.H

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, S.Kep.Ns., M.H

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep menggelar Evaluasi Program PTM Tahun 2026 yang berlangsung lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Hotel D’Bagraf Sumenep ini diikuti 62 peserta, terdiri dari 31 kepala puskesmas dan 31 penanggung jawab program PTM. Seluruh puskesmas di wilayah daratan maupun kepulauan turut dilibatkan, termasuk puskesmas hasil pemekaran di wilayah kepulauan.

Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program sekaligus memperkuat strategi deteksi dini PTM yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama layanan kesehatan di daerah.

Baca Juga :  Wujudkan Penegakan Hukum Profesional, Kapolres Sumenep Buka Bersama CJS (Criminal Justice System)

Kadinkes P2KB melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, S.Kep.Ns., M.H., menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya berfokus pada administrasi pelaporan, tetapi juga pada dampak nyata layanan kesehatan di masyarakat.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh program PTM berjalan sesuai target, mulai dari pelaporan, pelaksanaan kegiatan, hingga inovasi layanan di masing-masing puskesmas,” kata H. Achmad Syamsuri, 

Ia menjelaskan, percepatan evaluasi tahun ini juga berkaitan dengan penguatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai digencarkan sejak 2025, namun masih membutuhkan optimalisasi di lapangan.

“Kami percepat evaluasi karena ada program Cek Kesehatan Gratis yang perlu kita dorong lebih maksimal. Salah satu tantangannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, berbagai inovasi layanan kesehatan turut menjadi sorotan. Sejumlah puskesmas kini mulai menerapkan pendekatan jemput bola dengan melakukan skrining kesehatan di ruang-ruang publik, termasuk di tempat ibadah pada waktu subuh.

“Ada inovasi menarik dari teman-teman puskesmas, seperti melakukan skrining di masjid saat subuh. Ini langkah strategis karena langsung menyentuh masyarakat di waktu dan tempat yang tepat,” tambah H. Achmad Syamsuri.

Layanan skrining tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, pengukuran berat dan tinggi badan, hingga konsultasi gizi serta kesehatan lingkungan secara gratis.

Baca Juga :  Gelorakan Madrasah Digital, Pengawas Kemenag Sumenep Raih Penghargaan Bergengsi Nasional

Menurut Kabid Syamsuri, pendekatan tersebut menjadi kunci penting dalam memperkuat deteksi dini PTM, sehingga potensi penyakit dapat diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Harapannya masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan,” tandasnya.

Tidak hanya menyasar masyarakat, Dinkes P2KB Sumenep juga memperluas program skrining ke internal tenaga kesehatan sebagai bentuk keteladanan dalam penerapan pola hidup sehat.

Baca Juga :  Wakapolres Sumenep Pimpin Latihan Pra Operasi Lilin Semeru, Pastikan Natal dan Tahun Baru Aman

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinkes P2KB Sumenep dalam membangun sistem layanan kesehatan yang lebih adaptif, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Di Tengah Laju Kendaraan dan Kesibukan Kota, KBS Sumenep Hadirkan Kehangatan Lewat 87 Bungkus Nasi Bungturat
Disdik Sumenep Siapkan Kontingen Tangguh untuk O2SN Jawa Timur 2026, Target Juara dan Prestasi Gemilang
Studi Komparasi ke Sumenep, Pemkab Sleman Pelajari Program Unggulan Pro Rakyat
Pelepasan Siswa TK PAUD Budi Luhur Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Kepedulian Sosial
Bupati Fauzi Bawa Misi Besar dari Jakarta, Sumenep Menuju Pusat Industri Perikanan Nasional
GOW Sumenep Gaungkan Healing Parenting, Ajak Orang Tua Putus Rantai Pola Asuh yang Melukai Anak
Rumah Tak Layak Huni Milik Warga Pamekasan Dibedah oleh Rutan Sumenep dan Lapas Se-Madura
Perkuat SDM Pers, PWI Sumenep Bekali Calon Anggota Lewat OKK Angkatan XXV

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:44 WIB

Di Tengah Laju Kendaraan dan Kesibukan Kota, KBS Sumenep Hadirkan Kehangatan Lewat 87 Bungkus Nasi Bungturat

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:51 WIB

Disdik Sumenep Siapkan Kontingen Tangguh untuk O2SN Jawa Timur 2026, Target Juara dan Prestasi Gemilang

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:59 WIB

Studi Komparasi ke Sumenep, Pemkab Sleman Pelajari Program Unggulan Pro Rakyat

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:26 WIB

Pelepasan Siswa TK PAUD Budi Luhur Jadi Momentum Penguatan Pendidikan dan Kepedulian Sosial

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:45 WIB

Bupati Fauzi Bawa Misi Besar dari Jakarta, Sumenep Menuju Pusat Industri Perikanan Nasional

Berita Terbaru