1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HIMAGHA 33 Ghayatul Anwar Resmi Dibuka dengan 1.000 Dhamar Kambang, Simbol Merawat Tradisi dan Membangun Generasi

HIMAGHA 33 Ghayatul Anwar Resmi Dibuka dengan 1.000 Dhamar Kambang, Simbol Merawat Tradisi dan Membangun Generasi

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah derasnya arus modernisasi yang kian menggerus nilai-nilai budaya lokal, Yayasan Ghayatul Anwar memilih menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Melalui Haflatul Imtihan Ghayatul Anwar (HIMAGHA) ke-33 Tahun 2026, lembaga pendidikan tersebut mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Generasi” dengan menghadirkan prosesi penyalaan 1.000 dhamar kambang dan tabur beras kuning sebagai simbol pembukaan acara.

Kegiatan pembukaan HIMAGHA 33 tersebut berlangsung di Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Selasa (16/06/2026) malam, dan dihadiri oleh seluruh elemen lembaga, mulai dari santri, dewan guru, pengurus yayasan, alumni hingga tokoh masyarakat setempat.

Tradisi yang sarat makna itu menjadi penanda dimulainya rangkaian HIMAGHA 33 yang melibatkan seluruh santri, dewan guru, pengurus yayasan, alumni, hingga tokoh masyarakat.

Cahaya dari ribuan dhamar kambang menjadi simbol harapan, ilmu pengetahuan, dan semangat yang terus menyala untuk menerangi masa depan generasi muda.

Baca Juga :  Kasad Kunjungan Kehormatan ke Pejabat Pertahanan dan Militer Singapura

Tak sekadar seremoni, konsep tersebut menjadi upaya nyata Yayasan Ghayatul Anwar dalam menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Perpaduan antara nilai tradisi dan pendidikan modern menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Rangkaian HIMAGHA 33 akan diisi berbagai perlombaan yang melibatkan santri dan masyarakat. Selanjutnya pada 22 Juni 2026 akan digelar pengajian akbar, sebelum ditutup dengan pentas seni dan kreativitas santri pada 23 Juni 2026.

Ketua Yayasan Ghayatul Anwar, Sunento, S.Sos, menilai gagasan yang diusung panitia tahun ini merupakan terobosan yang memiliki nilai edukatif sekaligus kultural yang kuat.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas panitia HIMAGHA 33. Konsep penyalaan 1.000 dhamar kambang dan tabur beras kuning bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi pesan bahwa pendidikan harus tetap berpijak pada akar budaya dan tradisi yang kita miliki,” ujarnya.

Baca Juga :  Peserta Perkemahan Mengalami Luka Bakar Pada Muka

Menurut Sunento, konsep tersebut merupakan bentuk keberanian generasi muda dalam menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Madura.

“Muatan lokal yang diangkat sangat kuat dan saya melihat belum banyak lembaga pendidikan yang mengawali haflah dengan simbol budaya seperti ini. Karena itu saya optimistis HIMAGHA 33 akan menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter santri sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah,” tambah Sunento.

Sementara itu, Pembina Yayasan Ghayatul Anwar, Syifa Ubaidillah Masyhuri, menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang digagas oleh panitia dari kalangan dewan guru muda.

“Kami memberikan dukungan penuh karena panitia berhasil menghadirkan konsep yang segar, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Mereka mampu mengemas tradisi menjadi sesuatu yang menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pajak Tertib PAD Naik! Ketua DPRD Dukung Penuh Gerebek Pajak 2025, Seloroh Hadiah Umroh Curi Perhatian

Ia berharap HIMAGHA 33 tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan juga menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat membawa kemajuan bagi lembaga.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. HIMAGHA harus menjadi wadah untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kebanggaan terhadap budaya dan tradisinya sendiri. Dengan semangat itu, saya yakin Ghayatul Anwar akan semakin maju dan berkembang,” tutup Syifa Ubaidillah Masyhuri.

Pelaksanaan HIMAGHA 33 menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menjaga identitas, merawat tradisi, dan membangun karakter generasi penerus bangsa.

Melalui cahaya 1.000 dhamar kambang yang menerangi malam pembukaan di Desa Banuaju Barat, Yayasan Ghayatul Anwar ingin mengirimkan pesan bahwa tradisi dan kemajuan dapat berjalan beriringan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi
Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa
Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep
Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi
BBM Non-Subsidi Naik, Akademisi UTM Ingatkan Ancaman Inflasi hingga Stagflasi di Madura
Hijrah Menuju Kemajuan, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Sumenep Perkuat Karakter dan Kompetensi
Camat Dasuk Lantik Anggota BPD PAW Desa Slopeng, Perkuat Sinergi dan Pengawasan Pemerintahan Desa
Mahasiswa Uniba Madura Rilis Film Horor Budaya “Bisikan Luhur”, Angkat Adab dan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:31 WIB

1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:36 WIB

Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:34 WIB

Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:09 WIB

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Penangkapan Pelaku Narkoba

Gaya Hidup

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:09 WIB