JAVANETWORK.CO.ID.MADINAH – Momen pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan bagi ratusan jamaah haji asal Kabupaten Sumenep.
Di tengah suasana khusyuk dan penuh keberkahan di Masjid Nabawi, sebanyak 215 jamaah yang tergabung dalam Yayasan Arraudah menggelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan menyongsong tahun baru Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu masjid paling suci bagi umat Islam itu dipimpin langsung oleh Pembina Yayasan Arraudah, KH Moh. Fawaid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana yang penuh haru, para jamaah memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kemajuan umat Islam, serta keberkahan hidup setelah menunaikan ibadah haji.
KH Moh. Fawaid mengatakan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
“Momentum 1 Muharram 1448 Hijriah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Semoga umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata KH Moh. Fawaid.
Ia juga berharap seluruh jamaah haji asal Sumenep mampu menjaga nilai-nilai kemabruran setelah kembali ke tanah air dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Saya sangat berharap kepada seluruh jamaah haji, khususnya yang berada dalam bimbingan Yayasan Arraudah, agar sepulang dari Tanah Suci dapat mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” tambahnya.
Bagi para jamaah, suasana pergantian tahun baru Islam di Masjid Nabawi menghadirkan pengalaman batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Salah satu jamaah, H. Musahnan, mengaku bersyukur dapat menyambut 1 Muharram langsung di Kota Madinah.
“Ini adalah nikmat luar biasa yang Allah berikan kepada kami. Menyambut Tahun Baru Islam di Masjid Nabawi sambil berdoa bersama menjadi pengalaman yang sangat menggetarkan hati dan tidak akan pernah kami lupakan,” ujar H. Musahnan kepada media ini, Selasa (16/06/2026).
Menurutnya, doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam secara lebih baik.
“Kami berharap sepulang dari Tanah Suci dapat membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat. Semoga ibadah yang kami jalani diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” ungkapnya.
Pelaksanaan doa bersama ini menjadi simbol kuat semangat hijrah spiritual jamaah haji asal Sumenep.
Di tengah lantunan doa dan dzikir yang menggema di Masjid Nabawi, para jamaah menatap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan penuh optimisme, berharap keberkahan, kedamaian, serta peningkatan kualitas iman dalam setiap langkah kehidupan mereka.
Momentum bersejarah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa makna hijrah sejati tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih bermanfaat bagi sesama. (REDJAVA****)








