JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi “Gerebek Pajak 2025” yang digagas oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dan kreatif untuk memperkuat kesadaran pajak masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan mendadak H. Zainal ke Kantor Bapenda pada Jumat (7/11/2025) menjadi momentum yang sarat makna. Didampingi Kabid PPD Bapenda Sumenep, Akhmad Sugiharto, S.E., M.Si., Zainal menilai bahwa pendekatan jemput bola melalui Gerebek Pajak mampu menghadirkan wajah baru pelayanan publik di bidang perpajakan daerah.
“Program ini luar biasa. Tidak hanya inovatif, tapi juga menyentuh langsung ke masyarakat. Pajak adalah tulang punggung pembangunan, jadi kesadaran bersama harus terus ditumbuhkan,” kata Zainal di sela kunjungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi PDI-P ini menambahkan, strategi Bapenda yang aktif turun ke lapangan bukan hanya meningkatkan efektivitas pemungutan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat wajib pajak. Menurutnya, pendekatan humanis seperti ini menjadi kunci keberhasilan tata kelola pajak di daerah.
Selain menyoroti inovasi program, Ketua DPRD juga mengingatkan pentingnya sinergi lintas level pemerintahan, terutama peran kepala desa dalam mempercepat pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia menegaskan, kepala desa harus menjadi motor penggerak dan contoh nyata dalam menanamkan disiplin pajak di tingkat akar rumput.
“Saya berharap kepala desa jangan abai. PBB itu tanggung jawab bersama. Kalau semua sadar dan tertib, target PAD bisa tercapai tanpa harus menunggu akhir tahun,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga mencontohkan praktik baik yang patut ditiru, yakni Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, yang konsisten melunasi PBB lebih cepat dibanding desa lainnya. Kesadaran kolektif warga dan kepemimpinan desa yang solid terbukti mendongkrak kinerja penerimaan pajak daerah.
Prestasi itu mendapat pengakuan resmi pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756, yang dirangkai dengan penganugerahan Anugerah Pajak 2025. Dalam ajang tersebut, Desa Tambaagung Tengah dinobatkan sebagai desa dengan pelunasan PBB tercepat tahun 2025, mengungguli Desa Alas Malang Kecamatan Raas dan Desa Kambingan Barat Kecamatan Lenteng.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, K.H. Imam Hasyim, S.H., M.H., didampingi Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si. Sebagai bentuk apresiasi, desa tersebut menerima hadiah berupa lemari es dua pintu.
Namun di tengah suasana formal dan penuh keakraban itu, Zainal sempat melontarkan seloroh yang mengundang tawa. Dengan gaya khasnya yang humoris, ia mengusulkan agar penghargaan bagi desa taat pajak ke depan bisa lebih istimewa.
“Kalau bisa, tahun depan hadiahnya umrah,” ucapnya sambil tertawa ringan di hadapan jajaran Bapenda.
Candaan itu disambut hangat dan menjadi penutup manis dalam kunjungan yang menggambarkan sinergi solid antara DPRD dan Bapenda Sumenep. Kolaborasi keduanya dinilai sebagai modal penting untuk memperkuat kesadaran pajak, meningkatkan PAD, dan mendorong kemandirian fiskal daerah.
Langkah Bapenda Sumenep melalui Gerebek Pajak 2025 pun menjadi simbol perubahan: dari sekadar administrasi pajak menjadi gerakan sosial berbasis partisipasi publik. DPRD Sumenep memastikan dukungan penuh terhadap setiap inovasi yang berpihak pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (REDJAVA****)









