JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Asta Tinggi, Jumat (13/02/2026). Ribuan masyarakat memadati kompleks pemakaman raja-raja Sumenep dalam peringatan Haul Sultan Abdurrahman Pakunataningrat.
Doa-doa dipanjatkan, namun lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi atas nilai kepemimpinan dan peradaban yang diwariskan sang sultan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat kolektif tentang fondasi kepemimpinan yang pernah ditorehkan para sultan di tanah Sumekar.
“Haul ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi meneguhkan kembali nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan semangat pengabdian yang diwariskan Sultan Abdurrahman kepada masyarakat Sumenep,” ujar Bupati Fauzi di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dikenal sebagai figur pemimpin yang mampu memadukan tata kelola pemerintahan dengan kekuatan spiritualitas. Di masanya, harmoni sosial dan kehidupan religius tumbuh sebagai fondasi peradaban.
“Beliau tidak hanya kuat dalam pemerintahan, tetapi juga berhasil membangun harmoni sosial dan kehidupan keagamaan yang kokoh. Inilah warisan besar yang harus kita jaga,” tegasnya.
Bupati Fauzi menilai, para sultan Sumenep telah meletakkan dasar masyarakat yang religius, berbudaya, serta menjunjung tinggi persatuan.
Tantangan zaman yang semakin kompleks, lanjutnya, menuntut generasi hari ini untuk tidak sekadar melestarikan sejarah, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kebijakan dan pembangunan daerah.
“Membangun Sumenep tidak cukup hanya berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus membangun karakter, spiritualitas, dan menjaga nilai budaya sebagai identitas daerah,” ungkapnya.
Dalam momentum haul tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ukhuwah dan kebersamaan sebagai modal utama menghadapi perubahan.
“Semangat pengabdian Sultan Abdurrahman Pakunataningrat harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, keluarga besar Sultan Abdurrahman, para tokoh masyarakat, ulama, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan bahwa haul bukan sekadar seremoni tradisi, melainkan momentum kebersamaan lintas generasi dan lintas elemen dalam menjaga warisan sejarah, budaya, dan spiritualitas Sumenep. (REDJAVA/$$$)














