Akad Nikah di Banmaleng Giliraje, Cak Thoriq dan Wabup Sumenep Bicara Cinta yang Bertahan

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

mantan Bupati Lumajang, Cak Thoriq, yang kini merupakan pengurus DPW PKB Jawa Timur, serta Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, S.H., M.H.
Akad nikah Nurjannatul Fajriah dan Mahbubi Muhaimin

mantan Bupati Lumajang, Cak Thoriq, yang kini merupakan pengurus DPW PKB Jawa Timur, serta Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, S.H., M.H. Akad nikah Nurjannatul Fajriah dan Mahbubi Muhaimin

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah hamparan laut Madura, prosesi akad nikah berlangsung khidmat di Banmaleng, Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep. Namun, peristiwa sakral ini tak sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan. Ia menjelma menjadi ruang refleksi tentang makna rumah tangga, keteladanan, dan ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.

Akad nikah tersebut mempertemukan Nurjannatul Fajriah, santri putri Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, Bluto, Kabupaten Sumenep, dengan mempelai pria Mahbubi Muhaimin. Pernikahan santri pesantren ini menjadi istimewa karena dihadiri tokoh nasional sekaligus mantan Bupati Lumajang, Cak Thoriq, yang kini merupakan pengurus DPW PKB Jawa Timur, serta Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, S.H., M.H.

Kehadiran kedua tokoh tersebut tidak hanya menambah kekhidmatan acara, tetapi juga menghadirkan pesan-pesan mendalam tentang pernikahan sebagai fondasi peradaban, terutama bagi kalangan santri dan masyarakat kepulauan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Cak Thoriq menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah, melainkan perjanjian spiritual yang menuntut keteladanan akhlak. Ia mengajak pasangan suami istri untuk meneladani Rasulullah Nabi Muhammad SAW secara menyeluruh, tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Suami istri harus meneladani Rasulullah SAW secara utuh, mulai dari muamalah, interaksi sosial, hingga mu’asyarah dalam rumah tangga. Di situlah kualitas keimanan dan kematangan akhlak diuji,” kata Cak Thoriq.

Menurutnya, banyak rumah tangga rapuh bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena hilangnya akhlak dan keteladanan dalam memperlakukan pasangan. Rasulullah SAW, kata dia, telah memberi contoh bagaimana membangun keluarga yang penuh penghormatan, kesabaran, dan tanggung jawab.

Baca Juga :  Ikuti FGD, Kapolres Sumenep : Upaya Pendalaman Potensi Bencana

“Pernikahan bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi tentang siapa yang paling mampu menjaga akhlak dan saling memahami,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dalam tausiyahnya mengurai makna walimatul ursy sebagai penanda dimulainya perjalanan panjang kehidupan rumah tangga. Ia mengajak kedua mempelai dan para tamu untuk tidak memaknai sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai slogan semata, melainkan sebagai fase-fase kehidupan yang harus dijalani dengan kesadaran dan kesabaran.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 0827/07 Guluk-guluk Aktif Lakukan Pendampingan Posyandu di Wilayah Binaan

Menurut KH Imam Hasyim, mawaddah atau cinta kasih merupakan fase awal yang bersifat sementara sebuah perjalanan jangka pendek yang penuh rasa dan emosi. Namun, kekuatan pernikahan justru terletak pada fase rahmah, yang menjadi perjalanan jangka panjang.

“Mawaddah itu cinta, dan cinta bisa naik turun. Karena itu Allah melengkapinya dengan rahmah, yaitu kesetiaan dan kasih sayang yang menuntut kesabaran dan ketabahan,” tutur KH Imam Hasyim.

Ia menegaskan, pada fase rahmah inilah rumah tangga kerap menghadapi ujian paling berat. Perbedaan karakter, tekanan hidup, hingga persoalan ekonomi sering kali memicu konflik, pertengkaran, bahkan perceraian. Namun semua itu dapat dilalui jika suami dan istri menyadari bahwa keduanya diciptakan dengan fitrah yang berbeda.

“Suami dan istri tidak diciptakan sama. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jika perbedaan dipahami sebagai rahmat, bukan ancaman, maka rumah tangga akan bertahan,” jelasnya.

Selain pesan dan tausiyah, doa-doa kebaikan turut dipanjatkan untuk kedua mempelai. Para tokoh mendoakan keberkahan ilmu, agar ilmu yang dimiliki menjadi ilmu yang hidup, memberi manfaat, dan mampu mewarnai lingkungan, bukan justru larut dan diwarnai keadaan.

Baca Juga :  H. Obet Sampaikan Selamat dan Harapan untuk Kepemimpinan MH. Said Abdullah di PDI-P Jatim

Doa juga dipanjatkan untuk keberkahan umur dan rezeki. Dalam pesannya, ditegaskan bahwa rezeki sepenuhnya merupakan hak prerogatif Allah SWT. Kekayaan yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah hak pakai, bukan hak milik mutlak, sehingga tidak pantas melahirkan sikap sombong dan angkuh.

Tak lupa, kedua mempelai didoakan agar segera dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah, menjadi keluarga yang diridhai Allah SWT, serta memberi manfaat bagi umat dan bangsa. (REDJAVA/$$$)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU