Audit Asrama Pesantren Digelar di Surabaya, KH. Imam Hasyim Soroti Perubahan Besar untuk Pesantren Sumenep

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Ponpes AT-TAUFIQIYAH Aeng Beje Bluto Sekaligus Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim Bersama Dirjen Pesantren RI di Acara Audit Ponpes Seluruh Indonesia di Surabaya

Pengasuh Ponpes AT-TAUFIQIYAH Aeng Beje Bluto Sekaligus Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim Bersama Dirjen Pesantren RI di Acara Audit Ponpes Seluruh Indonesia di Surabaya

JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA -;Pembinaan dan pengawasan infrastruktur pesantren memasuki babak baru ketika seluruh pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur yang menerima program pembangunan asrama menjalani proses audit resmi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Pusat bersama jajaran Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI. Agenda besar yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Surabaya ini menjadi ruang evaluasi nasional sekaligus titik penting konsolidasi dunia pesantren.

Forum tersebut menghadirkan pemaparan historis yang menggugah: lembaga pesantren telah menjadi denyut pendidikan keagamaan di Nusantara selama 14 abad, jauh sebelum Republik ini berdiri pada tahun 1945. Kini, Indonesia tercatat memiliki 80.000 pondok pesantren, dengan 30.000 di antaranya berada di Jawa Timur, menampung tak kurang dari 6,2 juta santri seluruh Indonesia menjadikan provinsi ini sebagai pusat gravitasi pendidikan Islam terbesar di negeri ini.

Baca Juga :  Satgas TMMD 116 Kodim 0827/Sumenep Lakukan Pengukuran Batas Paving Block Di Halaman Masjid As Salam

Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, Aeng Baja Raja, Bluto, Sumenep, KH. Imam Hasyim menilai bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan transformasi paling nyata dalam sejarah kebijakan pesantren.

Menurut Kiai Imam integrasi audit, pendampingan, dan pembinaan lembaga pendidikan Islam adalah sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan pesantren menjadi pilar utama pembangunan manusia Indonesia.

“Negara tidak lagi menempatkan pesantren sebagai penonton. Kehadiran pemerintah hari ini menunjukkan bahwa pesantren adalah mitra strategis bangsa dalam mencetak peradaban,” kata KH. Imam Hasyim, Jum’at (14/12/2025).

Sosok Wabup Sumenep itu juga menyoroti keberadaan Ditjen Pesantren, yang kini berperan sebagai institusi penggerak berbagai program konkret: mulai dari pendidikan non-formal pesantren, penguatan ekonomi pesantren, hingga pemberdayaan masyarakat pesantren yang menyasar seluruh tipe pesantren dari yang masih memakai sistem sorogan hingga pesantren besar dengan ribuan santri mukim.

Baca Juga :  Jum'at Curhat, Kapolres Sumenep Sosialisasikan Kampung Bebas Dari Narkoba

Lebih lanjut, KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa pengasuh pesantren kini mulai merasakan perubahan signifikan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun tata kelola lembaga.

“Kami merasakan perubahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Audit yang detail, pembangunan yang terukur, dan perhatian pemerintah yang konsisten adalah bukti bahwa pesantren kini mendapat ruang yang layak,” ungkapnya.

Para pengasuh pesantren dari berbagai daerah pun menyambut baik langkah pemerintah. Mereka sepakat bahwa peningkatan kualitas infrastruktur, pencatatan aset, dan pengawasan program adalah bagian dari upaya membangun standar kelembagaan yang profesional tanpa menghilangkan ruh tradisi.

Baca Juga :  Satpas Polres Sumenep Hadirkan Layanan Modern dengan Sentuhan Humanis

Ketua DPC PKB Sumenep menekankan hal yang selama ini menjadi aspirasi besar kalangan pesantren: kesejahteraan santri, guru, dan para pengasuh.

“Kesejahteraan santri, ustaz, dan guru mengaji adalah fondasi utama. Ketika negara ikut memikul tanggung jawab ini, maka pesantren akan semakin kuat, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Pengasuh At-Taufiqiyah itu.

Acara audit nasional ini kemudian ditutup dengan kesepakatan bahwa sinergi antara pemerintah dan pesantren harus terus diperkuat. Dengan regulasi yang lebih jelas, pengawasan yang lebih profesional, dan dukungan kelembagaan yang semakin kokoh, masa depan pesantren diyakini akan memasuki era modernisasi yang tetap berakar pada nilai-nilai keilmuan klasik. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi
1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi
Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa
Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep
Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi
BBM Non-Subsidi Naik, Akademisi UTM Ingatkan Ancaman Inflasi hingga Stagflasi di Madura
Hijrah Menuju Kemajuan, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Sumenep Perkuat Karakter dan Kompetensi
Camat Dasuk Lantik Anggota BPD PAW Desa Slopeng, Perkuat Sinergi dan Pengawasan Pemerintahan Desa

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:31 WIB

1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:36 WIB

Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:34 WIB

Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:09 WIB

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Penangkapan Pelaku Narkoba

Gaya Hidup

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:09 WIB