Tragedi di Kegiatan Pramuka: Seorang Santri Tewas Tenggelam, Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan Mendalam

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi di Kegiatan Pramuka: Seorang Santri Tewas Tenggelam, Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan Mendalam

Tragedi di Kegiatan Pramuka: Seorang Santri Tewas Tenggelam, Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan Mendalam

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP Kegiatan Pramuka yang seharusnya membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda justru berubah menjadi tragedi memilukan.

Seorang peserta Pramuka dari lembaga Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, Moh. Ainur Rafky (15), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah bendungan saat mengikuti kegiatan Jambore Ukhuwah Pramuka (PERKAJUM) di Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WIB, saat korban bersama peserta lain menjalani agenda kegiatan lapangan berupa jelajah dan mandi terjadwal di sekitar lokasi DAM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski panitia telah menekankan larangan keras untuk berenang ke tengah waduk, korban diduga melanggar batas yang telah ditetapkan, hingga akhirnya tenggelam dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah proses pencarian selama dua jam.

Baca Juga :  Tak Disangka! Konten Kreator Sumenep Ini Jadi Pemenang Undian Bank Jatim, Dapat Rp50 Juta!

Dalam keterangan tertulis yang dirilis Sabtu (2/8/2025), Kapolres Sumenep melalui Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, SH, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya peserta kegiatan Pramuka ini. Polres Sumenep telah mengambil langkah-langkah penanganan cepat mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memintai keterangan saksi, hingga melakukan koordinasi lintas sektor,” tegas AKP Widiarti.

Pihak kepolisian juga telah memintakan visum terhadap jenazah korban. Hasil awal menunjukkan adanya luka lecet di pelipis sepanjang 2 cm, serta pendarahan dari mata dan telinga.

Langkah penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mengidentifikasi potensi kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami tidak hanya berfokus pada penyebab teknis kematian korban, namun juga akan mengevaluasi standar keselamatan kegiatan yang melibatkan pelajar di alam terbuka. Bila ditemukan adanya unsur kelalaian, tentu akan ditindak sesuai prosedur hukum,” tambah Widiarti.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, peserta dan panitia berangkat dari Pondok Pesantren Annuqayah menuju lokasi perkemahan pada Kamis, 31 Juli 2025.

Baca Juga :  Rakor BAZNAS Bersama UPZ, Bupati Fauzi : Komitmen Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat

Keesokan harinya, setelah menjalankan salat Subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan penjelajahan ke beberapa pos.

Sekitar pukul 09.00 WIB, para peserta tiba di pos DAM dan diberikan waktu mandi dengan aturan ketat: tidak berenang ke tengah dan hanya menggunakan gayung yang disiapkan panitia.

Namun, sekitar pukul 11.30 WIB, suasana berubah tegang saat salah satu pembina mendengar teriakan dari peserta. Ternyata, Moh. Ainur Rafky telah berada di tengah bendungan dan tenggelam.

Upaya penyelamatan oleh rekannya dan pembina tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya ditemukan sekitar dua jam kemudian.

Baca Juga :  Kombes Polisi Djoko Wienartono, SIK, SH, MH Resmi Jabat Kabidhumas Polda Sulteng

Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Dusun Kebun, Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Sumenep.

Proses pemulangan dilakukan didampingi oleh pihak pembina, sembari menunggu keluarga korban yang masih dalam perjalanan dari Jakarta.

Pihak Polres Sumenep juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Kapolsek Giligenting AKP Mawardi, tokoh agama Kiai Yoyon, dan Kepala Desa Bringsang guna memastikan penanganan yang layak dan empatik terhadap keluarga korban.

Insiden ini menjadi cambuk keras bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan luar ruang. Tragedi tersebut bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga tanggung jawab besar agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas insiden ini serta mendorong penyelenggara kegiatan pelajar untuk mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan anak dalam setiap kegiatan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU