Jejak Historis Bung Karno di Sumenep Diangkat Kembali oleh Banteng Sakera Nahdliyin

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banteng Sakera Nahdliyin Ajak Generasi Muda Madura Tidak Melupakan Jejak Bung Karno

Banteng Sakera Nahdliyin Ajak Generasi Muda Madura Tidak Melupakan Jejak Bung Karno

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Organisasi masyarakat Banteng Sakera Nahdliyin memperingati jejak kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, ke Kabupaten Sumenep yang terjadi pada 10 Mei 1951.

Momentum sejarah tersebut dinilai bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian penting dari memori kolektif masyarakat Madura dalam menjaga semangat nasionalisme dan persatuan bangsa.

Ketua Banteng Sakera Nahdliyin, Maryono, mengatakan kunjungan Bung Karno ke Sumenep memiliki makna historis yang sangat kuat karena terjadi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia, ketika bangsa ini sedang membangun fondasi persatuan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jejak Bung Karno di Sumenep bukan hanya cerita masa lalu, tetapi warisan sejarah yang mengajarkan tentang perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air,” kata Maryono, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, terdapat tiga titik bersejarah yang hingga kini masih hidup dalam ingatan masyarakat terkait kunjungan Bung Karno di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  UT Surabaya Resmikan Desa Binaan dan Wisata Pantai Galung di Sumenep

Lokasi pertama adalah Masjid Gema di Prenduan. Dalam cerita tutur masyarakat, masjid tersebut menjadi salah satu tempat yang pernah disinggahi Presiden Soekarno saat berkunjung ke Madura.

Maryono menjelaskan, di area masjid itu dahulu pernah berdiri Tugu Kemerdekaan yang menjadi simbol sejarah perjuangan bangsa.

Namun, seiring perjalanan waktu, tugu tersebut kini telah berubah menjadi menara masjid.

“Masjid Gema menjadi bagian dari memori sejarah masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Bung Karno tidak hanya hadir dalam agenda kenegaraan, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.

Ia menilai keberadaan Masjid Gema memiliki nilai historis yang penting karena menjadi saksi hubungan erat antara nasionalisme dan nilai religius yang tumbuh di tengah masyarakat Madura.

Baca Juga :  PSN Perisai Putih Sumenep Raih Prestasi Gemilang di Open Turnamen Silat se-Madura 2024

Lokasi kedua yang dikunjungi Bung Karno adalah Kota Tua Kalianget. Pada masa itu, kawasan tersebut dikenal sebagai pusat industri garam terbesar di Madura dan menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat.

“Kehadiran Bung Karno di Kalianget menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap potensi ekonomi masyarakat Madura, khususnya sektor garam yang saat itu sangat strategis,” ungkap Maryono.

Sementara lokasi ketiga yakni Asrama Rehabilitasi Tentara Pejuang yang kini berada di sekitar kawasan Kantor SKB Sumenep, Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Batuan.

Kunjungan Bung Karno ke lokasi tersebut bahkan terdokumentasi dalam Arsip Nasional Republik Indonesia tertanggal 10 Mei 1951.

Menurut Maryono, kunjungan itu merupakan bentuk penghormatan negara terhadap para pejuang pasca kemerdekaan yang telah berjuang mempertahankan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 3.057 Personel

“Bung Karno datang bukan hanya sebagai presiden, tetapi sebagai pemimpin bangsa yang menghargai jasa para pejuang. Itu menjadi simbol penghormatan negara kepada para tentara pejuang,” tegasnya.

Dalam momentum peringatan 10 Mei tersebut, Banteng Sakera Nahdliyin juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap sejarah daerahnya sendiri agar tidak hilang ditelan zaman.

Maryono menyayangkan hilangnya Tugu Kemerdekaan di kawasan Masjid Gema dan berharap ada upaya dokumentasi ulang terhadap situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan jejak Bung Karno di Sumenep.

“Kami berharap sejarah ini terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda. Jangan sampai jejak penting Bung Karno di Sumenep hilang begitu saja karena kurangnya dokumentasi dan perhatian,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa
HUT ke-81 RI di Krejengan Khidmat, Merah Putih Berkibar, Semangat Persatuan Menggema

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERBARU