Festival Jeren Serek 2026 Resmi Dimulai, Wabup Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim SH MH Saat Memberikan dan Membuka Festival Jeren Serek 2026 di Halaman Kantor KONI Sumenep, Minggu (10/05/2026)

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim SH MH Saat Memberikan dan Membuka Festival Jeren Serek 2026 di Halaman Kantor KONI Sumenep, Minggu (10/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Festival Jeren Serek 2026 resmi dibuka Wakil Bupati KH Imam Hasyim di GOR A Yani Pangligur, Kabupaten Sumenep, tepatnya di halaman kantor KONI Minggu (10/05/2026).

Festival budaya khas Madura itu berlangsung meriah dan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Calendar of Event Sumenep 2026 tersebut diawali dengan penyambutan Wakil Bupati menggunakan alunan musik gamelan Madura yang melantunkan lagu-lagu tradisional daerah.

Nuansa budaya semakin terasa ketika puluhan peserta Jeren Serek memenuhi arena festival dengan atraksi khas yang memikat perhatian masyarakat.

Selain pertunjukan budaya, kegiatan juga diwarnai pemberian santunan kepada anak yatim hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama BAZNAS Sumenep.

Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, Kepala Disbudporapar Faruk Hanafi beserta jajaran, Forkopimda, pimpinan OPD, camat, hingga pimpinan BUMD dan BMUD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kompetisi KU-13 Askab Sumenep Resmi Dibuka, Langkah Strategis Cetak Pesepak Bola Muda Berbakat

Pengamanan ketat dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP tampak mengawal jalannya festival demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Wabup bersama Sekdakab juga tampil mengenakan pakaian khas Madura bergaya Sakera yang menambah kuat suasana kearifan lokal.

Oplus_131072

Penampilan tari tradisional dari para anak didik turut menyemarakkan acara pembukaan sehingga membuat suasana semakin semarak dan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim membuka pidato dengan pantun khas Madura yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat.

“Pagi hari minum jamu beras kencur, sore hari tidur di bawah pohon randu. Festival meriah penuh rasa syukur, budaya Jeren Serek tetap lestari selalu,” kata KH Imam Hasyim.

Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Jeren Serek yang menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga warisan budaya lokal.

Baca Juga :  Sungguh Luar Biasa Fadhilah Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-18, Malaikat Berkata "Wahai Hamba Allah Sesungguhnya Allah Telah Meridhoimu dan Meridhoi Kedua Orang Tuamu"

“Alhamdulillah pada pagi hari ini Festival Jeren Serek dapat terlaksana dengan baik sebagai rangkaian Calendar of Event Sumenep 2026. Kami atas nama pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut orang nomer dua dilingkungan Pemkab Sumenep itu menyebut, Jeren Serek merupakan salah satu identitas budaya asli Kabupaten Sumenep yang harus terus dijaga keberadaannya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Jeren Serek adalah pertunjukan budaya tradisional khas Sumenep yang memadukan kuda dengan pawangnya diiringi musik saronen. Ini adalah ikon budaya daerah yang wajib kita lestarikan bersama,” tegasnya.

KH Imam Hasyim juga mengajak generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam menjaga tradisi budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal luas.

“Saya mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya Jeren Serek agar tetap dikenal dan diwariskan kepada anak cucu kita nanti,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berkomitmen memperluas promosi budaya Jeren Serek hingga ke luar daerah melalui berbagai media dan kegiatan budaya.

“Jeren Serek tidak kalah menarik dengan budaya lain seperti sapi sonok. Tinggal bagaimana kita mempromosikannya secara lebih luas, termasuk melalui media sosial agar semakin dikenal masyarakat luar daerah,” tutup Wabup KH. Imam Hasyim.

Wabup berharap Festival Jeren Serek ke depan mampu tampil lebih kreatif, produktif, nyaman, dan semakin sempurna sehingga menjadi daya tarik wisata budaya unggulan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Menebar Kebaikan dan Manfaat, Bamusi Sumenep Berbagi Ratusan Paket Daging Qurban

Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim secara resmi membuka Festival Jeren Serek 2026 yang disambut riuh tepuk tangan masyarakat dan peserta festival. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB