Sirkulasi Siklonik Jadi Pemicu Hujan di Sumenep, BMKG Beberkan Faktanya

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Warga Kabupaten Sumenep belakangan ini masih kerap diguyur hujan meski secara klimatologis wilayah Madura telah memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Fenomena cuaca yang tidak biasa itu pun menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi masa peralihan musim atau pancaroba yang masih berlangsung di wilayah Madura.

“Secara klimatologis memang sudah memasuki musim kemarau. Tetapi pada fase awal seperti sekarang masih terjadi masa pancaroba, sehingga potensi hujan masih cukup tinggi,” kata Ari Widjajanto, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ari, hujan yang masih turun di wilayah Sumenep tidak hanya dipicu faktor lokal, melainkan juga akibat dinamika atmosfer di kawasan Indonesia bagian timur.

Baca Juga :  Hadiri HUT ke-55 KORPRI, Inilah Pesan Kapolda Sulteng

BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik yang bergerak dari wilayah Sulawesi Tengah menuju selatan hingga kini berada di timur Kabupaten Sumenep, tepatnya di sekitar Pulau Selayar.

“Kami mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di sekitar timur Sumenep. Kondisi ini memicu terjadinya penumpukan massa udara dan pembentukan awan hujan di wilayah Madura,” ujarnya.

Fenomena tersebut membuat pertumbuhan awan konvektif semakin aktif. Akibatnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi meski musim kemarau telah dimulai.

Baca Juga :  Forpimka Kangean Patroli BBM, Antisipasi Kelangkaan Pertalite di Kepulauan

Selain itu, Ari mengungkapkan angin timuran yang biasanya menjadi penanda dominasi musim kemarau belum bertiup secara kuat dan stabil. Kondisi ini menyebabkan pasokan udara basah ke wilayah Madura masih cukup melimpah.

“Angin timuran saat ini belum dominan dan belum konsisten. Itu sebabnya suplai uap air ke atmosfer masih cukup besar dan mendukung terbentuknya hujan,” jelas Ari Widjajanto.

Tak hanya itu, suhu muka laut di perairan Indonesia yang masih relatif hangat turut memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Baca Juga :  Atas Capaian Vaksinasi PMK Terbanyak se-Jawa Timur, DKPP Kabupaten Sumenep Raih Penghargaan

Ditambah dengan kondisi topografi Madura yang memiliki banyak perbukitan kecil, proses pembentukan awan hujan menjadi semakin mudah terjadi.

“Suhu muka laut yang hangat membuat kandungan uap air meningkat. Ketika bertemu kondisi geografis Madura, maka awan konvektif lebih cepat tumbuh dan memicu hujan,” pungkasnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi selama masa pancaroba.

Sebab, hujan masih berpotensi turun secara tiba-tiba dan dapat disertai angin kencang maupun petir di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU