JAVANETWORK.CO.ID.MAKKAH – Di tengah jutaan umat Muslim yang memadati kawasan Masjidil Haram, terselip sebuah momen sederhana yang meninggalkan kesan mendalam bagi H. Musahnan, Ketua MP3S Sumenep yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Menjelang pelaksanaan Sholat Jumat, Musahnan duduk bersisian dengan seorang jemaah asal Pakistan di pelataran Masjidil Haram.
Meski berasal dari negara berbeda dan tak banyak percakapan yang terjalin karena keterbatasan bahasa, keduanya tampak akrab hingga saling bertukar kopiah sebagai simbol persaudaraan sesama Muslim.
Momen hangat itu kemudian dibagikan Musahnan melalui Grup WhatsApp MP3 Sumenep dan langsung menarik perhatian banyak anggota grup yang ikut merasakan suasana haru dari Tanah Suci.
Menurut Musahnan, pengalaman berada di Masjidil Haram menghadirkan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di tempat suci itu, perbedaan seolah melebur menjadi satu dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.
“Di Masjidil Haram ini kami dipertemukan bukan karena asal negara ataupun bahasa, tetapi karena iman yang sama. Saat bertukar kopiah dengan jemaah Pakistan tadi, saya benar-benar merasakan hangatnya persaudaraan umat Muslim dunia,” kata H. Musahnan dari Makkah, Jumat (22/5/2026).
Ia menuturkan, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga perjalanan hati yang mempertemukan manusia dari berbagai penjuru dunia dalam suasana penuh ketulusan.
Di sela menunggu azan Jumat berkumandang, Musahnan mengaku banyak menyaksikan pemandangan yang menyentuh hati.
Mulai dari jemaah yang saling berbagi air minum, membantu lansia, hingga senyum hangat dari orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal.
“Di sini saya belajar bahwa kebaikan itu sangat sederhana. Kadang hanya lewat senyuman, sapaan, atau perhatian kecil, tetapi dampaknya begitu besar di hati,” ujarnya.
Suasana di pelataran Masjidil Haram siang itu memang terasa berbeda. Ribuan jemaah duduk tenang menanti waktu sholat, sementara lantunan doa dan dzikir terdengar lirih dari berbagai sudut masjid.
Bagi Musahnan, momen bertukar kopiah tersebut akan menjadi salah satu kenangan paling berharga selama menjalankan ibadah haji tahun ini. Sebab di balik kesederhanaannya, tersimpan makna mendalam tentang persatuan umat Islam tanpa batas bangsa dan bahasa.
“Tanah Suci mengajarkan kami bahwa semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Tidak ada perbedaan selain ketakwaan. Itu yang benar-benar saya rasakan di sini,” tutupnya. (REDJAVA****)










