JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Askab PSSI Sumenep kembali mengukuhkan komitmennya dalam memajukan sepak bola di daerah dengan menggelar Kongres Tahunan 2025.
Bertempat di Gedung Workshop MAN Sumenep, Kamis (27/2/2025), forum strategis ini secara resmi menetapkan agenda penting yang akan menjadi pedoman dalam pembinaan dan pengelolaan sepak bola di tingkat kabupaten.
Kongres yang dihadiri oleh seluruh perwakilan klub anggota Askab PSSI Sumenep ini berlangsung dalam suasana dinamis.
Berbagai usulan dan masukan dari peserta kongres menjadi bagian dari proses evaluasi dan perumusan program kerja baru.
Dalam kesempatan ini, Ketua Askab PSSI Sumenep, Febmi Noerdiansyah, S.AP., menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus, klub, dan seluruh stakeholder untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih profesional.
“Kongres ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk menentukan arah sepak bola Sumenep ke depan. Kami ingin menciptakan sistem yang lebih baik, kompetisi yang lebih berkualitas, serta pembinaan yang lebih terarah. Tanpa dukungan dari seluruh klub anggota dan stakeholder, mustahil bagi sepak bola Sumenep untuk berkembang,” kata Febmi Noerdiansyah dalam sambutannya.
Dalam forum ini, beberapa isu utama menjadi sorotan dan bahan diskusi mendalam. Beberapa di antaranya adalah:
1. Peningkatan Kualitas Kompetisi Lokal
Febmi Noerdiansyah menegaskan bahwa kompetisi yang berkualitas merupakan kunci utama dalam pembinaan sepak bola. Untuk itu, Askab PSSI Sumenep berkomitmen memperbaiki sistem liga, meningkatkan standar penyelenggaraan turnamen, serta menyiapkan perangkat pertandingan yang lebih profesional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kompetisi yang digelar di Sumenep memenuhi standar yang baik. Regulasi harus lebih ketat, wasit harus lebih berkualitas, dan infrastruktur pertandingan harus lebih memadai. Dengan begitu, para pemain dapat berkembang dalam lingkungan yang kompetitif dan sehat,” ujarnya.
2. Penguatan Pembinaan Usia Dini
Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Askab PSSI Sumenep menempatkan pembinaan usia dini sebagai prioritas utama. Ebi menekankan pentingnya kolaborasi dengan sekolah sepak bola (SSB), akademi, serta pelatih yang berkompeten untuk mencetak talenta lokal yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kalau kita ingin punya pemain hebat di masa depan, kita harus serius dalam pembinaan usia dini. Mereka harus mendapatkan pelatihan yang terstruktur, dengan metode yang sesuai standar nasional. Askab siap mendukung program-program yang berorientasi pada pengembangan bakat muda,” jelas Febmi.
3. Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Sponsor
Selain faktor teknis, kongres ini juga membahas pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sponsor. Pendanaan yang cukup dinilai sebagai elemen penting dalam penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas serta pembinaan pemain muda.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu ada sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan sponsor potensial untuk mendukung pembiayaan program-program Askab. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang sepak bola Sumenep untuk berkembang,” tambahnya.
4. Reformasi dan Penguatan Organisasi
Dalam konteks pengelolaan organisasi, Febmi menekankan perlunya transparansi dan profesionalisme dalam setiap aspek kepengurusan. Struktur organisasi yang solid, dengan mekanisme kerja yang efektif, menjadi faktor kunci dalam menjalankan program-program Askab PSSI Sumenep.
“Kami ingin membangun organisasi yang kuat, profesional, dan transparan. Regenerasi juga menjadi hal yang penting, agar Askab tetap dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak boleh ada sistem yang stagnan jika kita ingin maju,” imbuhnya.
Kongres ini meneguhkan optimisme seluruh peserta bahwa sepak bola Sumenep memiliki masa depan yang cerah.
Dengan dukungan dari berbagai elemen, Askab PSSI Sumenep yakin mampu menghadirkan kompetisi yang lebih baik, membangun sistem pembinaan yang lebih profesional, serta melahirkan pemain-pemain berbakat yang dapat bersaing di tingkat nasional.
Febmi Noerdiansyah menutup kongres dengan pesan kuat kepada seluruh peserta:
“Kita semua punya tanggung jawab untuk membawa sepak bola Sumenep ke level yang lebih tinggi. Mari kita satukan visi, bekerja lebih keras, dan menjadikan sepak bola sebagai kebanggaan daerah kita. Dengan kerja sama yang solid, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita melihat putra-putra terbaik Sumenep bersinar di kancah nasional bahkan internasional,” ungkapnya.
Dengan agenda yang telah disahkan dalam kongres ini, Askab PSSI Sumenep kini bersiap untuk melangkah ke depan dengan strategi yang lebih matang.
Jika terdapat kekeliruan dalam keputusan yang telah disahkan, pimpinan sidang menegaskan bahwa revisi dan penyempurnaan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kongres Tahunan Askab PSSI Sumenep 2025 inipun menjadi saksi dari tekad besar kami (Askab Sumenep) untuk membawa sepak bola di kabupaten ini menuju era baru yang lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (REDJAVA****)











