Taubat Ekologis dari Bukit Ponkeng, Kiai Abdul Adim Ajak Penyuluh Agama Selamatkan Alam untuk Generasi Masa Depan

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taubat Ekologis dari Bukit Ponkeng, Kiai Abdul Adim Ajak Penyuluh Agama Selamatkan Alam untuk Generasi Masa Depan

Taubat Ekologis dari Bukit Ponkeng, Kiai Abdul Adim Ajak Penyuluh Agama Selamatkan Alam untuk Generasi Masa Depan

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat menjaga bumi menggema dari kawasan Bukit Ponkeng, Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jumat (22/5/2026).

Ratusan penyuluh agama Islam yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sumenep turun langsung melakukan gerakan penanaman pohon dan aksi peduli lingkungan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian alam.

Kegiatan bertajuk gerakan ekologi tersebut tidak hanya diisi dengan penanaman pohon, tetapi juga aksi bersih-bersih lingkungan, istighasah bersama, hingga tausiah bertema pelestarian alam yang disampaikan Kiai Abdul Adim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tausiah yang berlangsung penuh khidmat itu, Kiai Abdul Adim menegaskan pentingnya membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Menurutnya, manusia sejatinya tidak memiliki kemampuan menciptakan sumber kehidupan, bahkan hanya setetes air sekalipun.

Baca Juga :  Parade Teater Jawa Timur 2022, Komunitas 'Forum Aktor Sumenep' Satu-Satunya Teater Madura yang Lolos Kurasi

Karena itu, menjaga lingkungan hidup dan merawat alam merupakan bagian dari bentuk syukur kepada Allah SWT sekaligus tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

“Manusia tidak mampu menciptakan setetes air pun. Maka menjaga alam dan menanam pohon adalah bentuk taubat ekologis agar bumi tetap lestari dan bisa dinikmati generasi mendatang,” kata Kiai Abdul Adim di hadapan para peserta kegiatan.

Tokoh agama tersebut menilai, gerakan penanaman pohon tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial belaka. Ia berharap aksi penghijauan dan kepedulian lingkungan dapat menjadi budaya bersama yang dilakukan secara berkelanjutan oleh para penyuluh agama maupun masyarakat luas.

Baca Juga :  Diawali Santunan Yatim, DPC PWRI Sumenep Sukses Gelar Malam Puncak Gebyar Ramadhan 1443 H

Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama dalam isu lingkungan menjadi langkah strategis karena dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar dan ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi kehidupan.

“Hari ini penyuluh agama hadir tidak hanya berdakwah lewat kata-kata, tetapi melalui aksi konkret menjaga lingkungan, membersihkan kawasan, dan menanam pohon demi masa depan bumi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kiai Abdul Adim juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini merupakan ancaman serius yang harus menjadi perhatian semua pihak. Jika tidak dijaga sejak sekarang, generasi mendatang dikhawatirkan akan menerima dampak buruk berupa krisis air, bencana alam, hingga rusaknya ekosistem.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi dan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian alam.

“Kita tidak ingin anak cucu kita mewarisi air mata akibat kerusakan lingkungan. Bumi harus dijaga bersama agar tetap menjadi tempat hidup yang baik, sehat, dan memberi manfaat bagi semua,” pungkas Kiai Abdul Adim.

Sementara itu, kegiatan gerakan ekologi IPARI Sumenep mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu menghadirkan dakwah yang menyentuh persoalan nyata di tengah masyarakat, khususnya terkait krisis lingkungan dan pentingnya penghijauan.

Baca Juga :  Soal Kapal Ponton Batu Bara Cemari Di Masalembu, PSDKP Surabaya Enggan Beberkan Hasil Temuannya

Melalui kegiatan tersebut, IPARI Sumenep berharap kesadaran menjaga alam tidak hanya tumbuh di kalangan penyuluh agama, tetapi juga menyebar luas ke masyarakat hingga menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian bumi. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata

BERITA TERKAIT

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

BERITA TERBARU