BPS Sumenep Soroti Pengangguran Lulusan SMK, Padahal TPT 2026 Terus Menurun

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep menyoroti masih tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kondisi itu menjadi perhatian serius meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sumenep tahun 2026 tercatat terus mengalami penurunan.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan lulusan SMK seharusnya menjadi kelompok yang paling siap memasuki dunia kerja karena sistem pendidikan kejuruan memang dirancang berbasis keterampilan dan kebutuhan industri.

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak lulusan SMK yang belum terserap pasar kerja secara optimal.

“Padahal konsep SMK itu dipersiapkan untuk siap kerja. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” kata Handoyo Wijaya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari belum sinkronnya jurusan pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di daerah.

Baca Juga :  Rutan Kelas IIB Sumenep Gencarkan Zero Halinar, 12 WBP Wanita Dites Urine

Ia menilai banyak kompetensi lulusan yang belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan sektor industri di Kabupaten Sumenep.

“Jangan sampai jurusan yang dibuka tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di daerah,” ujarnya.

Handoyo Wijaya menegaskan, sinkronisasi antara dunia pendidikan dan sektor ketenagakerjaan harus diperkuat agar lulusan SMK benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk menekan angka pengangguran usia produktif.

Selain menyoroti persoalan lulusan SMK, BPS Sumenep juga mencatat tren positif angka pengangguran daerah.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk Kabupaten Sumenep tahun 2026 berada di angka 1,64 persen,” jelas Handoyo Wijaya.

Angka itu disebut terus mengalami penurunan setelah sempat meningkat saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Trend-nya terus menurun. Memang sempat naik saat pandemi, tetapi setelah itu kembali turun,” tambahnya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital ikut memengaruhi penurunan angka pengangguran.

Baca Juga :  Kegiatan Pelatihan Peningkatan kemampuan (LATKATPUAN) Oleh Satbinmas Polres Sumenep Dalam Rangka Binmas Reborn Kembali Digelar

Saat ini banyak masyarakat mulai memperoleh penghasilan melalui aktivitas berbasis internet dan platform digital.

Mulai dari penjualan online, kreator konten media sosial, hingga pekerjaan digital lainnya kini masuk dalam kategori bekerja menurut konsep statistik ketenagakerjaan BPS.

“Yang penting memiliki aktivitas menghasilkan pendapatan, itu sudah termasuk bekerja,” terang Handoyo Wijaya.

Handoyo menjelaskan, penghitungan pengangguran terbuka dilakukan terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas yang siap bekerja namun belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Latsarnar Perti VII: Dr. Zamzami Sabiq Serukan Pramuka Muda Hadapi Tantangan Bangsa

Sementara masyarakat yang masih sekolah, kuliah, maupun ibu rumah tangga yang tidak sedang mencari pekerjaan tidak masuk dalam kategori pengangguran terbuka.

Meski tren pengangguran terus menurun, Handoyo mengingatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya dilihat dari sisi angka statistik semata.

Menurutnya, kualitas pekerjaan dan tingkat kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama pemerintah dan pemangku kebijakan.

“Yang juga perlu dipikirkan adalah apakah masyarakat yang bekerja itu sudah memiliki penghasilan yang layak,” tegasnya.

Ia menambahkan, BPS hanya bertugas menyajikan data berdasarkan metodologi statistik nasional.

Sementara langkah kebijakan dan solusi konkret harus dirumuskan bersama oleh seluruh stakeholder terkait.

“BPS menghadirkan data, sementara solusi kebijakan perlu dirumuskan bersama oleh stakeholder,” pungkas Handoyo Wijaya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru