BPS Sumenep Soroti Pengangguran Lulusan SMK, Padahal TPT 2026 Terus Menurun

- Redaksi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep menyoroti masih tingginya angka pengangguran dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kondisi itu menjadi perhatian serius meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Sumenep tahun 2026 tercatat terus mengalami penurunan.

Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan lulusan SMK seharusnya menjadi kelompok yang paling siap memasuki dunia kerja karena sistem pendidikan kejuruan memang dirancang berbasis keterampilan dan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak lulusan SMK yang belum terserap pasar kerja secara optimal.

“Padahal konsep SMK itu dipersiapkan untuk siap kerja. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” kata Handoyo Wijaya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari belum sinkronnya jurusan pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di daerah.

Baca Juga :  Aspirasi Akar Rumput Pesantren Mengalir ke Bupati Fauzi

Ia menilai banyak kompetensi lulusan yang belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan sektor industri di Kabupaten Sumenep.

“Jangan sampai jurusan yang dibuka tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di daerah,” ujarnya.

Handoyo Wijaya menegaskan, sinkronisasi antara dunia pendidikan dan sektor ketenagakerjaan harus diperkuat agar lulusan SMK benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk menekan angka pengangguran usia produktif.

Selain menyoroti persoalan lulusan SMK, BPS Sumenep juga mencatat tren positif angka pengangguran daerah.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk Kabupaten Sumenep tahun 2026 berada di angka 1,64 persen,” jelas Handoyo Wijaya.

Angka itu disebut terus mengalami penurunan setelah sempat meningkat saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

“Trend-nya terus menurun. Memang sempat naik saat pandemi, tetapi setelah itu kembali turun,” tambahnya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital ikut memengaruhi penurunan angka pengangguran.

Baca Juga :  Forkopimda Jatim Hadiri Pisah Sambut Kapolda Jatim

Saat ini banyak masyarakat mulai memperoleh penghasilan melalui aktivitas berbasis internet dan platform digital.

Mulai dari penjualan online, kreator konten media sosial, hingga pekerjaan digital lainnya kini masuk dalam kategori bekerja menurut konsep statistik ketenagakerjaan BPS.

“Yang penting memiliki aktivitas menghasilkan pendapatan, itu sudah termasuk bekerja,” terang Handoyo Wijaya.

Handoyo menjelaskan, penghitungan pengangguran terbuka dilakukan terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas yang siap bekerja namun belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Bertajuk "Masanpe Baun Tekke Mabarat" Panitia Himpas Mengabdi ke V, Dilepas Wabup Sumenep Hj Dewi Khalifah

Sementara masyarakat yang masih sekolah, kuliah, maupun ibu rumah tangga yang tidak sedang mencari pekerjaan tidak masuk dalam kategori pengangguran terbuka.

Meski tren pengangguran terus menurun, Handoyo mengingatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak cukup hanya dilihat dari sisi angka statistik semata.

Menurutnya, kualitas pekerjaan dan tingkat kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama pemerintah dan pemangku kebijakan.

“Yang juga perlu dipikirkan adalah apakah masyarakat yang bekerja itu sudah memiliki penghasilan yang layak,” tegasnya.

Ia menambahkan, BPS hanya bertugas menyajikan data berdasarkan metodologi statistik nasional.

Sementara langkah kebijakan dan solusi konkret harus dirumuskan bersama oleh seluruh stakeholder terkait.

“BPS menghadirkan data, sementara solusi kebijakan perlu dirumuskan bersama oleh stakeholder,” pungkas Handoyo Wijaya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata

BERITA TERKAIT

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

BERITA TERBARU