JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima masukan langsung dari elemen masyarakat pesantren. Bupati Sumenep A. Fauzi Wongsojudo menggelar pertemuan silaturahmi dengan delegasi Majelis Silaturrahim Alumni Pondok Pesantren (MASSA PONTREN) di ruang VIP Rumah Dinas Bupati, Jumat (6/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada 18 Sya’ban 1447 Hijriah itu menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan jaringan alumni pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan. Dalam kesempatan tersebut, MASSA PONTREN menyampaikan aspirasi masyarakat secara tertulis, khususnya terkait kesiapan daerah menyambut Ramadhan.
Mewakili rombongan, R.Ar.M. Rusli atau yang akrab disapa Gus Rusli, menegaskan bahwa aspirasi tersebut merupakan hasil serapan langsung dari masyarakat akar rumput. Ia mengapresiasi sikap terbuka Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menerima masukan dari kalangan pesantren.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi keterbukaan Bapak Bupati dan jajaran yang memberikan ruang dialog. Aspirasi ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama agar suasana Ramadhan di Sumenep berjalan aman, tertib, dan membawa kemaslahatan,” kata Gus Rusli.
Senada, tokoh pesantren KH. Ilyas menegaskan peran MASSA PONTREN sebagai penghubung antara masyarakat di tingkat kecamatan dengan pengambil kebijakan di daerah. Menurutnya, setiap aspirasi yang dihimpun akan selalu dikomunikasikan secara konstruktif demi kepentingan publik.

Merespons hal tersebut, Bupati A. Fauzi Wongsojudo menyatakan pemerintah daerah akan bergerak cepat menindaklanjuti masukan yang diterima. Ia menegaskan bahwa waktu yang semakin dekat menuju Ramadhan menjadi alasan utama perlunya langkah konkret dan terukur.
“Aspirasi ini akan segera kami bahas bersama instansi terkait. Prinsipnya, pemerintah daerah tidak ingin menunda hal-hal yang menyangkut kenyamanan dan kebutuhan masyarakat, apalagi menjelang Ramadhan,” kata Fauzi.
Menurut Fauzi, sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta iklim religius masyarakat Sumenep. Ia menilai masukan dari jaringan alumni pesantren menjadi referensi penting dalam pengambilan kebijakan daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama dan perwakilan alumni pesantren dari berbagai wilayah, di antaranya KH. Ilyas (Pasongsongan), KH. Khozin (Luk Guluk), H. Kholiq (Guluk-Guluk), R.Ar.M. Rusli (Saronggi), H. Zainal (Talango), K. Sulamin (Dasuk), K. Hidayatul Maula (Batuan), Ustadz Edy Susanto (Kalianget), dan K. Imam Zainuri (Gapura).
Sementara itu, Bupati didampingi oleh tenaga ahli, Kepala Bidang Pariwisata, serta jajaran staf teknis pemerintah daerah. Silaturahmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Khozin, sebagai ikhtiar spiritual menyongsong bulan suci Ramadhan di Kabupaten Sumenep. (REDJAVA/$$$)









