JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus didorong lintas sektor. Kali ini, Batalyon Infanteri (Yonif) 931/Ksatria Joko Tole Sumenep menggandeng Dinas Pertanian melalui Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Kota untuk menggelar penyuluhan pertanian, Kamis (16/04/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Markas Komando (Mako) Yonif 931/KJ ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret membangun kolaborasi antara TNI dan penyuluh pertanian dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pangan.
Komandan Batalyon (Danyon) Yonif 931/Ksatria Joko Tole yang diwakili Komandan Kompi Pertanian, Kapten Inf. Moh. Horni, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kami tidak hanya fokus pada tugas pertahanan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Ini menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat,” ucap Kapten Inf. Moh. Horni disela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, penyuluhan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan praktis, baik bagi prajurit maupun masyarakat sekitar, khususnya dalam mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali peserta dengan pemahaman pertanian yang adaptif, sehingga hasil produksi bisa lebih optimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Korluh Pertanian Kecamatan Kota Ibu Delly Kapila dalam pemaparannya menekankan pentingnya penerapan teknik pertanian modern di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

“Petani saat ini dituntut lebih inovatif. Dengan teknik yang tepat, produktivitas tetap bisa ditingkatkan meski menghadapi berbagai kendala di lapangan,” jelasnya.
Penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi terbuka. Peserta tampak antusias mengangkat berbagai persoalan riil, mulai dari pengelolaan tanah hingga strategi menghadapi musim yang tidak menentu.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Yonif 931/Ksatria Joko Tole sebagai satuan yang tidak hanya berorientasi pada pertahanan, tetapi juga aktif mendukung progpemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan panganram strategis berbasis kolaborasi. (REDJAVA****)












