JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program berbagi yang digagas Jurnalis Sumenep Independen (JSI) kembali mendapat perhatian masyarakat.
Para jurnalis ini turun langsung menyalurkan bantuan tunai melalui program rutin SAKU Berkah kepada warga kurang mampu di sejumlah titik di Kabupaten Sumenep.
Meski sederhana, program berbagi ini selalu disambut hangat. Warga penerima tampak haru menerima bantuan. “Alhamdulillah, sangat membantu kami,” ujar seorang ibu penerima santunan dengan mata berkaca-kaca.
Para jurnalis yang tergabung dalam JSI berharap kegiatan ini bisa terus memupuk kepedulian antarsesama.
Selain santunan rutin, JSI juga fokus membantu pembangunan ulang Musola Al-Ikhlas di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding.
Musola tersebut sebelumnya roboh karena kondisi kayu yang rapuh dan terpaan angin.
Kini, progres pembangunan darurat sudah mencapai 50 persen. Kerangka bangunan sudah berdiri dan mulai terlihat bentuknya. Warga dan relawan JSI bersama-sama mengerjakan pembangunannya.
“Sekarang tinggal pemasangan atap dan keramik. Kalau selesai, insyaallah musola bisa dipakai lagi seperti dulu,” kata salah satu warga setempat.
Ketua JSI, Igusty Madani, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan kegiatan sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Semoga semakin banyak warga yang ikut tergerak berbagi. Bantuan ini memang kecil, tapi betul-betul membantu mereka yang sedang kesulitan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan pengurus JSI David Jauzi.
“SAKU Berkah tidak hanya tentang memberikan uang. Ini juga pendidikan sosial. Kita ingin masyarakat terbiasa saling peduli,” katanya.
Tak berhenti pada kegiatan santunan, JSI juga menggandeng PKDI dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep untuk aksi bersih-bersih sampah pada Jumat mendatang.
Aksi ini sebagai ajakan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.
“Kita ingin tunjukkan bahwa kepedulian itu luas, termasuk pada kebersihan lingkungan,” ungkap salah satu anggota JSI lainnya.
Pada malam Sabtu, JSI juga akan menggelar Panggung Kreasi bertajuk “Youth Creative Movement: Ruang Ekspresi Tanpa Batas” bersama Grup Musik Zonata.
Acara ini akan menghadirkan berbagai komunitas, aktivis, jurnalis, hingga tokoh pemuda.
Panggung tersebut menjadi ruang terbuka bagi anak muda untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat mereka.
Anggota JSI, Ibnu Hajar, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk komitmen JSI dalam memperkuat solidaritas sosial.
“Musola Al-Ikhlas ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat warga berkumpul. Kita ingin bantu agar musola ini kembali hidup,” ujarnya.
Ia berharap gerakan sosial JSI bisa mengajak masyarakat semakin aktif menjaga fasilitas umum dan membantu sesama.
“Dengan kebersamaan, semua bisa selesai. Yang penting kita saling mendukung,” pungkasnya. (REDJAVA****)












