JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pembangunan gudang bawang merah milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dengan nilai anggaran sekitar Rp1 miliar menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat.
Proyek tersebut dinilai perlu dievaluasi dari sisi efektivitas dan manfaat jangka panjang bagi petani.
Gudang bawang merah itu dibangun di wilayah Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura.
Sejumlah pihak menilai, di kawasan tersebut sebelumnya telah tersedia fasilitas serupa yang masih dapat dimanfaatkan.
Sekretaris Jenderal Lembaga BIDIK, Suhannan, menyampaikan pandangannya terkait pembangunan gudang baru tersebut.
Menurutnya, setiap proyek infrastruktur pertanian seharusnya didasarkan pada kajian kebutuhan yang komprehensif agar tepat sasaran.
“Kami melihat di wilayah Rubaru sebelumnya sudah ada gudang bawang merah. Karena itu, perlu penjelasan lebih lanjut mengenai urgensi pembangunan fasilitas baru ini,” kata Suhannan kepada media ini, Selasa (10/02/2026).
Ia juga menyoroti kondisi gudang lama yang dinilai masih cukup layak secara fisik dan lokasi.
Oleh sebab itu, ia berharap pembangunan gudang baru benar-benar memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, khususnya bagi petani bawang merah.
“Harapannya, pembangunan ini benar-benar berangkat dari kebutuhan di lapangan dan mampu meningkatkan tata kelola pascapanen,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, gudang bawang merah tersebut dibangun di dua lokasi, yakni di Desa Banasare dan Desa Bun Barat, Kecamatan Rubaru. Masing-masing lokasi disebut menyerap anggaran sekitar Rp500 juta.
Namun demikian, pemanfaatan gudang tersebut hingga kini dinilai masih perlu dioptimalkan agar keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh petani.
“Kami sudah melihat langsung ke lokasi. Fasilitas ini masih perlu didorong agar fungsinya dapat berjalan maksimal,” ujar Suhannan.
Ia menegaskan, Lembaga BIDIK akan terus memantau pemanfaatan gudang tersebut sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran daerah.
Selain itu dirinya juga berharap DKPP Sumenep dapat memastikan fasilitas tersebut digunakan sesuai peruntukannya.
“Pengawasan publik penting agar setiap fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat. Kami berharap DKPP dapat menjelaskan dan memastikan pemanfaatannya ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suhannan menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap program pembangunan.
“Setiap kebijakan tentu memiliki tujuan. Yang terpenting adalah memastikan perencanaan dan pelaksanaannya sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan,” pungkasnya. (REDJAVA/$$$)












