JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Program Studi Magister Hukum Universitas Wiraraja (Unija) kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan menggelar Yudisium Tahun Akademik 2024–2025 yang berlangsung khidmat di Graha Sumekar Universitas Wiraraja.
Kegiatan ini digelar pada hari Sabtu (26/07/2025) dengan mengukuhkan sebanyak 22 lulusan sebagai bagian dari keluarga besar alumni Pascasarjana Hukum Unija.
Mengangkat tema besar: “Lex Populi Suprema Lex: Legal Inspiring Civilization untuk Keadilan Bermartabat dan Tatanan Hukum yang Berdampak”, prosesi yudisium bukan sekadar ritual akademik, melainkan juga momen afirmasi komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan supremasi hukum dalam kehidupan masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting di lingkungan kampus, mulai dari Rektor Universitas Wiraraja, Dr. Sjaifurrachman, S.H., C.N., M.H., yang sekaligus memberikan orasi ilmiah, hingga Direktur Pascasarjana, Kaprodi Magister Hukum, jajaran dosen Pascasarjana, serta para pimpinan Fakultas Hukum Universitas Wiraraja.
Hadir pula perwakilan dari Ikatan Alumni Magister Hukum (IKA MH), seluruh yudisiawan, serta pendamping keluarga masing-masing yudisiawan yang turut menyaksikan momen penuh haru dan kebanggaan tersebut.
Tiga lulusan terbaik diumumkan dalam acara ini, mencerminkan keberagaman profesi dan kontribusi nyata di lapangan. Ach Farhan Arif, seorang ASN di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sampang, dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama.
Disusul oleh Akhmadi Yasid, anggota DPRD Kabupaten Sumenep yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat, sebagai lulusan terbaik kedua.
Dan peringkat ketiga diraih oleh Agus Suprayitno, seorang advokat berpengalaman di Kabupaten Sumenep yang telah lama mengabdi dalam dunia penegakan hukum.
Yudisium tahun ini juga menjadi istimewa dengan capaian akreditasi “Baik Sekali” yang diterima Program Studi Magister Hukum Unija dari BAN-PT berdasarkan SK Nomor: 6664/SK/BAN-PT/Ak.KP/M/V/2025.
Capaian ini menunjukkan kesungguhan institusi dalam menjaga mutu pendidikan tinggi hukum di tengah era globalisasi dan disrupsi sistem hukum nasional.
Dalam orasi ilmiahnya, Rektor Universitas Wiraraja, Dr. Sjaifurrachman, menyampaikan pandangan strategis bahwa lulusan magister hukum harus mampu menjadi agen transformasi hukum di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Yudisium ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah momentum akademik yang penuh makna. Tema ‘Lex Populi Suprema Lex’ menjadi pengingat bahwa hukum tertinggi adalah suara rakyat. Maka, para lulusan harus berpikir melampaui teks hukum, dan bertindak dalam semangat keadilan substantif, bukan hanya legalistik,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ke depan, tantangan dunia hukum akan semakin kompleks mulai dari digitalisasi layanan hukum, ketimpangan akses keadilan, hingga ancaman terhadap independensi lembaga hukum.
Oleh karena itu, lulusan Magister Hukum Unija dituntut untuk adaptif, responsif, dan tetap berpegang pada nilai moralitas hukum.
“Kami ingin para alumni tidak hanya menjadi pengikut hukum, tetapi pembentuk sistem hukum yang berkeadilan. Jangan takut berinovasi, jangan ragu berintegritas. Karena perubahan hukum sejati hanya bisa dimulai oleh mereka yang berpikir kritis dan bertindak dengan hati nurani,” sambungnya penuh penekanan.
Rektor pun menutup orasinya dengan ajakan penuh harap agar para lulusan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.
“Bawalah ilmu ini untuk kemaslahatan umat, bukan sekadar untuk jabatan. Mari bangun tatanan hukum yang berdampak dan bermartabat, demi Indonesia yang adil dan berkeadaban. Itulah semangat legal inspiring civilization yang harus kita kobarkan bersama,” tandasnya. (REDJAVA****)












