JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah dengan inovasi pertanian tembakau paling progresif di Jawa Timur.
Dalam ajang Gema Inovasi Pengembangan Tembakau 2025 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Provinsi Jawa Timur, Selasa (2/12/2025) malam, Sumenep berhasil meraih prestasi gemilang dengan merebut dua penghargaan sekaligus, masing-masing juara pertama dan kedua untuk kategori Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas petani lokal terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat provinsi.
“Kami bersyukur dua inovasi tembakau dari Sumenep mampu menjadi yang terbaik. Ini adalah kerja keras para petani yang pantang berhenti mencari terobosan,” kata Chainur Rasyid, Rabu (3/12/2025).
Penghargaan tertinggi diraih oleh Kelompok Tani (Poktan) Al Muawwanah Gang Asem, Desa Guluk-Guluk. Mereka memikat dewan juri melalui inovasi pemanfaatan trichoderma pada bokashi, teknik yang terbukti efektif mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia.
Selain itu, kelompok tani tersebut menambah sentuhan lokal berupa larutan gula merah yang dikocorkan ke tanaman, untuk mendorong pertumbuhan optimum serta memperkaya karakter daun tembakau.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sumber daya lokal bisa diolah menjadi teknologi yang berdampak besar. Inovasi sederhana bisa menghasilkan kualitas daun emas yang jauh lebih baik,” kata Chainur.
Sementara itu, Poktan Al-Ikhlas dari Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, meraih posisi kedua dengan inovasi pengaplikasian asam amino berbahan dasar tanaman kelor pada tembakau. Metode ini terbukti meningkatkan kualitas daun dan memperbaiki kuantitas panen secara signifikan.
Chainur menilai inovasi berbasis kearifan lokal seperti ini penting untuk masa depan pertanian Sumenep.
“Ketika petani memahami cara mengolah potensi alam di sekitar mereka, maka inovasi akan tumbuh tanpa batas. Ini yang ingin terus kami dorong,” tuturnya.
DKPP Sumenep berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan teknik produksi tembakau yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkualitas tinggi.
“Kami ingin inovasi ini tidak berhenti di panggung penghargaan, tetapi menyebar ke desa-desa lain dan menjadi standar baru pertanian tembakau Sumenep,” tutup Chainur.
Dengan pencapaian ganda pada 2025 ini, Sumenep kembali menunjukkan bahwa daerah tersebut bukan hanya penghasil tembakau berkualitas, tetapi juga pusat lahirnya teknologi pertanian berbasis lokal yang terus berkembang sambil mengikuti tuntutan zaman. (REDJAVA****)












