JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Bukan hanya listrik yang mengalir hari ini, tapi juga semangat dan haru. Dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) UP3 Madura membawa “energi kebaikan” ke SLB PGRI Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Tak sekadar simbol, PLN benar-benar menyalakan terang di hati anak-anak berkebutuhan khusus lewat bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) yang diserahkan langsung kepada pihak sekolah.
Sejak pagi, halaman kantor PLN UP3 Madura sudah dipenuhi nuansa kebersamaan. Upacara peringatan HLN dimulai dengan khidmat diwarnai penyerahan piagam masa bakti bagi para pegawai senior yang telah puluhan tahun menjaga terang di Madura.
Setelah itu, suasana berubah jadi lebih hangat. Pegawai PLN beradu kreatifitas dalam lomba memasak menggunakan kompor induksi, disusul konvoi kendaraan listrik (EV) yang menyusuri jalanan kota Pamekasan.
Semuanya menggambarkan arah baru PLN menuju masa depan hijau, sesuai tema besar tahun ini: “PLN Transformation Towards Green.”
Namun, momen paling menyentuh datang ketika rombongan PLN UP3 Madura melangkah ke SLB PGRI Pademawu.
Di sana, puluhan siswa menyambut dengan tawa dan rasa ingin tahu. Saat bantuan alat peraga edukatif diberikan, beberapa guru menahan haru bantuan itu datang di waktu yang tepat.
“Bantuan ini kami berikan agar proses belajar di SLB PGRI Pademawu semakin terbantu dan menyenangkan. Kami ingin PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tapi juga sebagai sahabat dalam tumbuh kembang generasi muda,” kata Manajer PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, kepada wartawan.
Menurut Fahmi, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan energi kebaikan di setiap lini kehidupan, tidak hanya melalui pasokan listrik, tetapi juga lewat kontribusi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Tak hanya itu, Fahmi juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung transisi energi bersih yang sedang dijalankan PLN. Salah satunya, dengan beralih ke kendaraan listrik.
“Kami terus mengajak masyarakat menggunakan kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, biaya operasionalnya jauh lebih hemat, bisa mencapai 60 persen dibanding kendaraan konvensional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB PGRI Pademawu, Dwi Kurnia Maulidia, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya.
Menurutnya, alat peraga edukatif dari PLN akan langsung digunakan dalam proses belajar 46 siswa yang terdiri dari berbagai jenjang dan kebutuhan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN UP3 Madura. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih interaktif dan mudah dipahami,” ungkap Dwi Kurnia penuh haru.
Kunjungan itu berakhir dengan pelukan hangat dan tawa anak-anak SLB. Tapi bagi PLN UP3 Madura, ini bukan sekadar kunjungan melainkan pesan bahwa “terang” bukan hanya berasal dari kabel listrik, melainkan dari kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat.
Di usia ke-80 tahun HLN, PLN UP3 Madura ingin menegaskan: energi terbaik bukan hanya yang mengalir lewat jaringan, tapi juga yang menyentuh hati dan menyalakan harapan. (REDJAVA****)












