JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Prestasi membanggakan kembali mengalir dari bumi Sumekar.
Seorang siswi disabilitas dari Kabupaten Sumenep, Madura, berhasil mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Adalah Ginaya, siswi kelas 10 di SMALB Cinta Ananda Sumenep, yang menorehkan tinta emas dengan menyabet Juara 1 bidang Tata Kecantikan.
Lomba ini digelar di SMKN 6 Surabaya pada 14–16 Mei 2025 dan diikuti oleh puluhan siswa berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dari sebuah rumah sederhana di Jalan Barito, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Ginaya membuktikan bahwa ketulusan dan ketekunan mampu mengantar seseorang menembus keterbatasan.
Dengan tangan-tangan mungilnya, ia menyulap rias wajah menjadi karya seni penuh pesona menyampaikan pesan bahwa kecantikan sejati datang dari ketulusan jiwa.

Momen haru terjadi ketika Ginaya naik ke atas panggung untuk menerima piala kemenangan dan hadiah uang tunai Rp 1.250.000 dari panitia.
Senyum bangga tersungging di wajahnya, berdiri sejajar dengan para pemenang lain yang juga menorehkan prestasi luar biasa di bidang masing-masing.
“Sebagai orang tua, saya sangat bangga dan terharu. Ini semua berkat bimbingan para guru, dukungan dari keluarga besar SLB Cinta Ananda Sumenep, serta doa dan cinta dari kami sekeluarga,” tutur sang ibu, Gina Dwi Septiningrum, kepada media ini, Jum’at (16/05/2025).
Perjalanan Ginaya tidaklah mudah. Namun dengan cinta yang tulus dan dorongan dari keluarga, ia tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh semangat.
Ibunya menyampaikan pesan kuat untuk para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus:
“Jangan pernah ragu untuk percaya pada anak kita. Mereka bisa berprestasi, bisa membanggakan, asal diberi kasih sayang dan kesempatan,” ungkapnya.
Ajang LKS Disabilitas yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama berbagai lembaga pendidikan luar biasa ini menjadi ruang pembuktian bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.
Tahun ini, kompetisi berlangsung semarak dengan dukungan penuh dari para pendidik dan pembina.
Keberhasilan Ginaya tak hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pendidikan inklusif di Kabupaten Sumenep.
Kepala sekolah dan para guru SLB Cinta Ananda Sumenep dikenal membimbing setiap siswanya dengan hati, mendorong mereka mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
Ginaya kini bukan sekadar juara. Ia adalah lambang harapan. Bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya boleh bermimpi, tetapi juga layak dan mampu meraih mimpi itu dengan prestasi nyata.
“Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada seluruh dewan pengajar di SLB Cinta Ananda. Tanpa kesabaran, ketulusan, dan semangat mereka, anak kami tak akan sejauh ini,” pungkasnya. (REDJAVA****)













