Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik, Selasa (08/07/2025)

Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik, Selasa (08/07/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dalam rangka menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus (DM), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Pertemuan Tatalaksana dan Rehabilitasi Pasien DM di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan ini digelar selama dua hari, 8–9 Juli 2025, bertempat di Hotel De Bagraf Sumenep.

Kegiatan ini melibatkan 70 peserta yang terdiri dari 30 dokter dan 30 perawat puskesmas serta 10 perawat dan dokter dari klinik kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Mereka mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan dalam mengenali, menangani, serta melakukan rehabilitasi terhadap pasien DM, khususnya melalui pendekatan layanan primer berbasis promotif dan preventif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menekan beban kesehatan akibat penyakit tidak menular, terutama diabetes, yang kasusnya cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Kepala Bakesbangpol Sumenep Pastikan Duplikat Bendera Pusaka Berkibar di HUT RI ke-79

“Penyakit diabetes ini bukan lagi penyakit orang kota atau orang tua. Hari ini kita menghadapi realitas bahwa DM sudah menjangkiti masyarakat pedesaan dan usia produktif. Kalau kita tidak siapkan tenaga kesehatan dari sekarang, maka akan ada keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan,” kata Achmad Syamsuri, Selasa (08/07/2025).

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam upaya deteksi dini. Menurutnya, semakin dini sebuah kasus diabetes ditemukan, maka semakin besar peluang keberhasilan penanganannya, dan semakin rendah risiko komplikasi yang menyertai.

“Kami ingin semua dokter dan perawat puskesmas maupun klinik bisa melakukan skrining risiko secara mandiri di lapangan. Pemeriksaan gula darah, penilaian gaya hidup, pemantauan berat badan dan tekanan darah semua itu harus menjadi rutinitas, bukan lagi kegiatan insidental,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Syamsuri menjelaskan bahwa pertemuan ini juga merupakan implementasi dari strategi nasional pengendalian PTM yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, yang menargetkan penurunan kematian dini akibat PTM sebesar 25% pada tahun 2025. Di dalamnya, diabetes menjadi salah satu fokus utama bersama dengan hipertensi, kanker, dan penyakit jantung.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Resmikan Gedung Satpas SIM di Polres Pamekasan

“Upaya ini bukan sekadar soal angka prevalensi, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat. Masyarakat kita masih banyak yang tidak sadar bahwa mereka menderita diabetes, dan baru datang ke puskesmas ketika sudah muncul komplikasi. Di sinilah letak pentingnya deteksi dini dan peran aktif tenaga kesehatan,” tegas Syamsuri.

“Kami juga berharap peserta hari ini tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi agen edukasi di masyarakat. Mereka yang langsung bersentuhan dengan warga, bisa menyampaikan pentingnya gaya hidup sehat, pola makan yang benar, serta bahaya gula berlebih dan rokok,” tambahnya.

Dalam sesi hari pertama, pelatihan menghadirkan dua narasumber klinis, yakni dr. Mohammad Kristian, Sp.PD dari RSI Garam Kalianget yang membahas tatalaksana medis DM terkini, dan dr. Didik Permadi, M.Klin., Sp.KFR dari RSUD dr. H. Moh. Anwar yang mengupas strategi rehabilitasi pasien DM, termasuk pemulihan fungsional pasca komplikasi.

Baca Juga :  Awal Bulan September dan Jelang Maulid, Harga Bahan Pokok dan Material Bangunan di Sumenep Tetap Stabil

Adapun pada hari kedua, peserta akan dibekali materi dari Bagus Mulyono, Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kesehatan sekaligus mantan Ketua Ahli Gizi Kabupaten Sumenep, serta dari organisasi profesi PPNI yang akan diwakili oleh Anis, perawat senior dari RSI Kalianget.

“Kami ingin pendekatannya tidak hanya klinis, tetapi juga komprehensif. Gizi, edukasi, rehabilitasi, serta peran perawat dalam komunitas harus diperkuat. Penanganan DM tidak bisa sepotong-potong,” tandas Syamsuri.

Dengan pelatihan ini, Dinkes P2KB Sumenep berharap tenaga kesehatan mampu meningkatkan cakupan deteksi dini dan edukasi publik secara masif, sehingga angka kesakitan dan kematian akibat diabetes di wilayah Sumenep dapat ditekan secara signifikan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

Perkuat Tata Kelola Hibah, Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi LPJ Bagi Lembaga Keagamaan dan Ormas

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Berita Terbaru