Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik, Selasa (08/07/2025)

Dinkes Sumenep Gencarkan Deteksi Dini Diabetes, Libatkan 70 Nakes dari Puskesmas dan Klinik, Selasa (08/07/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Dalam rangka menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus (DM), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Pertemuan Tatalaksana dan Rehabilitasi Pasien DM di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan ini digelar selama dua hari, 8–9 Juli 2025, bertempat di Hotel De Bagraf Sumenep.

Kegiatan ini melibatkan 70 peserta yang terdiri dari 30 dokter dan 30 perawat puskesmas serta 10 perawat dan dokter dari klinik kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Mereka mendapatkan pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan dalam mengenali, menangani, serta melakukan rehabilitasi terhadap pasien DM, khususnya melalui pendekatan layanan primer berbasis promotif dan preventif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menekan beban kesehatan akibat penyakit tidak menular, terutama diabetes, yang kasusnya cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Penyakit diabetes ini bukan lagi penyakit orang kota atau orang tua. Hari ini kita menghadapi realitas bahwa DM sudah menjangkiti masyarakat pedesaan dan usia produktif. Kalau kita tidak siapkan tenaga kesehatan dari sekarang, maka akan ada keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan,” kata Achmad Syamsuri, Selasa (08/07/2025).

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas harus menjadi garda terdepan dalam upaya deteksi dini. Menurutnya, semakin dini sebuah kasus diabetes ditemukan, maka semakin besar peluang keberhasilan penanganannya, dan semakin rendah risiko komplikasi yang menyertai.

“Kami ingin semua dokter dan perawat puskesmas maupun klinik bisa melakukan skrining risiko secara mandiri di lapangan. Pemeriksaan gula darah, penilaian gaya hidup, pemantauan berat badan dan tekanan darah semua itu harus menjadi rutinitas, bukan lagi kegiatan insidental,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Syamsuri menjelaskan bahwa pertemuan ini juga merupakan implementasi dari strategi nasional pengendalian PTM yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI, yang menargetkan penurunan kematian dini akibat PTM sebesar 25% pada tahun 2025. Di dalamnya, diabetes menjadi salah satu fokus utama bersama dengan hipertensi, kanker, dan penyakit jantung.

Baca Juga :  Berkaryalah Tanpa Batas: Pesan Menggetarkan Hati dari Bupati Sumenep

“Upaya ini bukan sekadar soal angka prevalensi, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat. Masyarakat kita masih banyak yang tidak sadar bahwa mereka menderita diabetes, dan baru datang ke puskesmas ketika sudah muncul komplikasi. Di sinilah letak pentingnya deteksi dini dan peran aktif tenaga kesehatan,” tegas Syamsuri.

“Kami juga berharap peserta hari ini tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi agen edukasi di masyarakat. Mereka yang langsung bersentuhan dengan warga, bisa menyampaikan pentingnya gaya hidup sehat, pola makan yang benar, serta bahaya gula berlebih dan rokok,” tambahnya.

Dalam sesi hari pertama, pelatihan menghadirkan dua narasumber klinis, yakni dr. Mohammad Kristian, Sp.PD dari RSI Garam Kalianget yang membahas tatalaksana medis DM terkini, dan dr. Didik Permadi, M.Klin., Sp.KFR dari RSUD dr. H. Moh. Anwar yang mengupas strategi rehabilitasi pasien DM, termasuk pemulihan fungsional pasca komplikasi.

Baca Juga :  Rudapaksa Ponakan Sendiri, Seorang Paman Ditangkap Satreskrim Polres Sumenep Ditempat Pelarian

Adapun pada hari kedua, peserta akan dibekali materi dari Bagus Mulyono, Tenaga Ahli Bupati Sumenep Bidang Kesehatan sekaligus mantan Ketua Ahli Gizi Kabupaten Sumenep, serta dari organisasi profesi PPNI yang akan diwakili oleh Anis, perawat senior dari RSI Kalianget.

“Kami ingin pendekatannya tidak hanya klinis, tetapi juga komprehensif. Gizi, edukasi, rehabilitasi, serta peran perawat dalam komunitas harus diperkuat. Penanganan DM tidak bisa sepotong-potong,” tandas Syamsuri.

Dengan pelatihan ini, Dinkes P2KB Sumenep berharap tenaga kesehatan mampu meningkatkan cakupan deteksi dini dan edukasi publik secara masif, sehingga angka kesakitan dan kematian akibat diabetes di wilayah Sumenep dapat ditekan secara signifikan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun
Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal
Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas
Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD
HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus
Kapolresta Sumenep dan Bakesbangpol Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Daerah
Polisi Sita 10 Botol Arak Bali di Sapeken, Peredaran Miras Dibongkar dari Informasi Warga
Diskop UKM dan Perindag Sumenep Gelar Bimtek SAK-EP, Perkuat Tata Kelola 50 Koperasi

BERITA TERKAIT

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Kemenhaj Sumenep Ungkap Tantangan Verifikasi Jemaah Haji yang Sudah Antre 14 Tahun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Patroli Kamtibmas Polresta Sumenep Berbuah Temuan 44 Botol Miras, Polisi Sita dari Dua Toko yang Diduga Jual Miras Ilegal

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Prestasi Membanggakan, Kemenag Sumenep Raih Peringkat 3 Pengelolaan Rekening K/L Terbaik dan Perkuat Komitmen Menuju Zona Integritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Kepala Bapenda Sumenep Beberkan Peran Pajak Kendaraan dalam Menguatkan PAD

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-81 RI Jadi Momentum, Pemprov Jatim Bebaskan Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus

BERITA TERBARU