JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Persiapan haji Kabupaten Sumenep memasuki fase krusial. Dari 1.228 calon jemaah, sebanyak 1.005 orang telah menyerahkan berkas untuk diverifikasi.
Masih ada 223 calon jemaah yang belum menyetorkan dokumen. Kemenhaj Sumenep kini mengejar kelengkapan data sebelum tahapan penyelenggaraan haji berikutnya.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Sumenep Ahmad Halimy mengatakan verifikasi dilakukan bertahap untuk memastikan dokumen seluruh calon jemaah benar-benar sesuai data terbaru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari 1.228 jemaah yang dipanggil dalam verifikasi tahap pertama, ada 1.005 orang yang sudah menyetor berkas.” kata Ahmad Halimy, Rabu (12/08/2025).
Dokumen yang masuk tidak langsung dinyatakan selesai. Petugas masih memeriksa setiap data untuk menemukan kemungkinan perbedaan identitas maupun administrasi calon jemaah.
“Kami masih akan melakukan verifikasi terus-menerus berdasarkan data yang masuk untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian data jemaah.” ujarnya.
Proses ini menjadi penting karena sebagian calon jemaah telah menunggu keberangkatan sekitar 14 tahun. Selama itu, perubahan data sangat mungkin terjadi.
Perubahan tersebut mencakup alamat tempat tinggal, status perkawinan hingga nomor telepon. Karena itu, dokumen lama perlu dicocokkan kembali dengan kondisi terbaru calon jemaah.
“Kadang-kadang ada data yang berubah, alamat berubah, kadang-kadang sudah menikah, awalnya belum menikah.” jelas Ahmad Halimy.
Tak hanya perubahan identitas, petugas juga menemukan dokumen yang tidak sepenuhnya sama dengan data yang sebelumnya tercatat dalam administrasi haji.
“Ada juga perbedaan antara dokumen yang disetorkan dengan data yang dimiliki, sehingga perlu kami verifikasi kembali.” sambungnya.
Kemenhaj Sumenep meminta calon jemaah melengkapi nomor porsi, KTP, akta dan dokumen pendukung seperti ijazah, surat nikah atau akta kelahiran.
Calon jemaah yang telah memiliki paspor juga diminta melaporkannya. Paspor yang rusak atau hilang pun perlu diinformasikan agar data administrasi dapat diperbarui.
Untuk mempercepat komunikasi, Kemenhaj Sumenep menyediakan grup WhatsApp dan hotline selama jam kerja. Calon jemaah dapat melakukan konfirmasi melalui saluran tersebut.
Di tengah proses verifikasi, calon jemaah juga diminta tidak terburu-buru memikirkan pelunasan biaya haji. Besaran biaya masih menunggu keputusan presiden.
Halimy menegaskan pelunasan lebih awal bukan jaminan keberangkatan lebih cepat. Urutan keberangkatan tetap ditentukan berdasarkan nomor porsi yang dimiliki masing-masing jemaah.
“Tidak ada percepatan haji. Pelunasan lebih awal tidak berarti jemaah akan lebih cepat berangkat karena tetap mengikuti nomor porsi.” pungkas Halimy.
Penentuan keberangkatan tetap mengacu pada nomor porsi dan antrean. Sementara penggabungan atau pendampingan jemaah dapat diajukan setelah jemaah pemilik porsi melakukan pelunasan.
Pengajuan tersebut tetap membutuhkan proses dan persetujuan pemerintah pusat. Karena itu, calon jemaah diminta mengikuti seluruh prosedur resmi dan tidak mudah percaya informasi di luar saluran resmi.
Dengan 1.005 berkas yang sudah masuk, proses verifikasi haji Sumenep terus bergerak. Kelengkapan dokumen menjadi fondasi penting sebelum tahapan keberangkatan memasuki proses berikutnya.
Kemenhaj Sumenep mengingatkan 223 calon jemaah yang belum menyerahkan berkas agar segera mengikuti proses verifikasi. Ketepatan data menjadi kunci agar administrasi tidak bermasalah.









