Dari Madrasah untuk Nusantara: Dua Guru MI Sumenep Torehkan Prestasi Nasional Lewat Buku Ajar

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Madrasah untuk Nusantara: Dua Guru MI Sumenep Torehkan Prestasi Nasional Lewat Buku Ajar

Dari Madrasah untuk Nusantara: Dua Guru MI Sumenep Torehkan Prestasi Nasional Lewat Buku Ajar

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di balik hiruk pikuk Hari Lahir Pancasila 2025, sebuah kabar membanggakan datang dari ujung timur Pulau Madura.

Dua guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sumenep menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional sebagai penulis buku teks pelajaran yang kini digunakan di madrasah seluruh Indonesia.

Adalah Akh. Mufris, penulis buku Fiqih untuk kelas VI MI, dan Suhaidi, penulis buku Al-Qur’an Hadis untuk kelas IV MI, yang berhasil mengukir nama Sumenep dalam daftar kontributor pendidikan nasional.

Atas pencapaian ini, keduanya menerima penghargaan resmi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (2/6/2025).

Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, secara langsung menyerahkan penghargaan dan menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi luar biasa kedua guru tersebut dalam memperkuat mutu pendidikan madrasah.

“Ini bukan sekadar prestasi personal, tapi bukti nyata bahwa guru madrasah mampu memberi warna bagi pendidikan nasional. Karya mereka telah menembus batas daerah dan menjadi referensi belajar anak-anak di seluruh penjuru negeri,” ujar Wasid.

Lebih dari sekadar buku pelajaran, karya Mufris dan Suhaidi lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan peserta didik madrasah.

Baca Juga :  Melalui Digital Enterpreneurship Academy, Kementerian Kominfo RI Bekali Santri Nasyrul Ulum Aeng Dake Bluto Literasi Digital

Buku-buku yang mereka tulis dirancang tidak hanya sesuai dengan kurikulum nasional, tetapi juga menyentuh konteks kehidupan nyata yang dekat dengan dunia siswa.

Bagi Akh. Mufris, menulis buku teks adalah bentuk pengabdian panjang di dunia pendidikan.

Baca Juga :  Ngabuburit Penuh Kepedulian, Polsek Kangean Keliling Desa Bagikan 100 Paket Sembako

Ia mengaku ingin menghadirkan materi fiqih yang tidak hanya informatif, tapi juga menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

“Saya ingin anak-anak belajar agama dengan bahagia, bukan merasa terbebani. Buku ini saya tulis dengan hati,” tuturnya.

Sementara itu, Suhaidi menyebut proses menulis buku Al-Qur’an Hadis sebagai perjalanan spiritual yang penuh refleksi.

“Setiap ayat dan hadis yang saya masukkan bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dipahami, diresapi, dan diamalkan. Saya ingin buku ini menjadi cahaya kecil bagi siswa MI dalam mengenal Islam sejak dini,” ujarnya.

Penghargaan ini menjadi simbol bahwa kualitas pendidikan tidak hanya lahir dari pusat-pusat kota besar. Dari madrasah di pelosok Sumenep, lahir karya besar yang kini dipakai secara nasional.

Baca Juga :  Gebrakan Sigit Waseso, Antarkan Kejari Sumenep Naik Kelas ke Tipe A

Ini sejalan dengan komitmen Kemenag Sumenep untuk terus mendorong pengembangan guru sebagai inovator dan kreator, bukan hanya pengajar.

“Kami ingin madrasah menjadi pusat peradaban. Dan ini adalah salah satu buktinya,” pungkas Abdul Wasid.

Keberhasilan dua guru ini menjadi pemantik semangat bagi ribuan guru madrasah lainnya. Bahwa karya nyata yang lahir dari ruang kelas kecil bisa berdampak besar bagi wajah pendidikan nasional.

Mufris dan Suhaidi bukan hanya menulis buku. Mereka sedang menulis sejarah. (REDJAVA/Ss****)

Berita Terkait

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu
Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet
Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas
BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga
Kawal Aksi Mahasiswa di Pemkab Sumenep, Satlantas Polres Sumenep Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuk Babak Tuntutan, Lima Terdakwa Hadapi JPU
Jelang Tahun Ajaran Baru, 29 Kepala MTs se-Bluto Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan MATAMUDA 2026

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:42 WIB

Operasi Dini Hari di Sumenep, Satresnarkoba Polres Sumenep Amankan Terduga Pengedar Sabu

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ketua PSN Perisai Putih Sumenep Apresiasi Juara Bupati Cup 2026, Lonjakan Peserta Jadi Sinyal Positif Pembinaan Atlet

Senin, 6 Juli 2026 - 23:59 WIB

Festival Rubaru 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Sumenep Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Senin, 6 Juli 2026 - 21:59 WIB

BRIDA Sumenep Petakan Potensi Daerah, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 6 Juli 2026 - 21:26 WIB

Ayah Wajib Hadir, Disdik Sumenep Ajak ASN Jadi Teladan Dimulai dari Keluarga

Berita Terbaru