JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini yang mengguncang kesadaran publik.
Dalam siaran pers resmi yang dibagikan melalui akun Instagram BMKG Jatim, diprediksi langit Jawa Timur akan mengalami gejolak ekstrem pada tanggal 13 hingga 19 April 2025.
Hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung diperkirakan akan melanda puluhan daerah, meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, dan pohon tumbang.
Sebanyak 38 kota dan kabupaten di Jatim masuk dalam daftar siaga merah. Dari Blitar hingga Banyuwangi, dari Sumenep hingga Pacitan, semua diperingatkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
BMKG Jatim menegaskan, perubahan pola cuaca yang ekstrem ini bukan sekadar fenomena biasa, melainkan alarm keras dari alam yang tak boleh diabaikan.
“Waspadalah. Ini bukan hujan biasa. Ini adalah potensi ancaman bagi keselamatan jiwa dan harta benda,” tegas BMKG Juanda dalam postingannya di Instagram, Rabu (14/05/2025).
Daerah-daerah yang terpapar risiko mencakup pusat-pusat penduduk padat seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Kediri, serta wilayah-wilayah rawan seperti Pacitan, Trenggalek, dan Lumajang yang dikenal memiliki topografi rawan longsor.
Daftar Wilayah Siaga Cuaca Ekstrem:
Kota Blitar, Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Ponorogo, Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kab. Bangkalan, Kab. Banyuwangi, Kab. Blitar, Kab. Bojonegoro, Kab. Gresik, Kab. Bondowoso, Kab. Jember, Kab. Jombang, Kota Batu, Kota Kediri, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, Kab. Lamongan, Kab. Magetan, Kab. Malang.
Selain itu juga Kab. Sumenep, Kab. Nganjuk, Kab. Pacitan, Kab. Pamekasan, Kab. Sampang, Kab. Trenggalek, Kab. Tuban, Kab. Tulungagung, Kab. Lumajang, Kab. Ngawi, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo.
BMKG meminta seluruh warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Himbauan juga ditujukan kepada nelayan, petani, pengguna jalan, dan masyarakat umum agar terus memantau informasi cuaca resmi serta menjauhi daerah-daerah rawan saat terjadi hujan deras atau angin kencang.
Bencana bukan sekadar takdir, melainkan juga soal kesiapan.
Ketika langit mulai mendung dan angin bertiup tak biasa, ingatlah bahwa keselamatan adalah prioritas utama.
Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan bersama menghadapi alam yang tengah berbicara. (REDJAVA****)












