JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Ramadan di Kabupaten Sumenep tidak hanya diwarnai kegiatan ibadah, tetapi juga diskusi strategis tentang masa depan ekonomi umat. Sebuah dialog bertema ekonomi syariah akan digelar melalui program Dialog Ramadan yang disiarkan oleh Pragaan Station.
Program ini mengangkat tema “Integrasi Peluang Wakaf Uang dalam Pengembangan Ekonomi Ummat” dan akan disiarkan secara langsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 14.00 WIB. Dialog tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Naghfir’s Institute, yakni Dr. Naghfir sebagai narasumber utama, dengan Ziyad Firdaus sebagai host.
Diskusi ini diproyeksikan menjadi ruang literasi publik tentang bagaimana wakaf uang dapat berperan lebih luas dalam pembangunan ekonomi umat. Selama ini, wakaf sering dipahami sebatas tanah atau bangunan, padahal potensi wakaf dalam bentuk uang dinilai jauh lebih fleksibel dan produktif jika dikelola secara profesional.
Dr. Naghfir menilai bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya filantropi Islam yang produktif.
“Ramadan adalah momentum spiritual sekaligus momentum sosial. Di bulan ini, kesadaran umat untuk berbagi meningkat, sehingga menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan konsep wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi,” ujar Dr. Naghfir kepada media ini, Minggu (15/03/2026).
Menurutnya, wakaf uang memiliki peluang besar untuk mendorong lahirnya berbagai program ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari pembiayaan usaha mikro hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Selama ini masyarakat lebih mengenal wakaf dalam bentuk tanah atau bangunan. Padahal wakaf uang memiliki fleksibilitas yang jauh lebih luas dan dapat dikelola secara produktif untuk kepentingan umat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan wakaf uang harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kelembagaan agar kepercayaan publik semakin kuat.
“Jika wakaf uang dikelola secara profesional dan transparan, maka dampaknya bisa sangat besar. Ia tidak hanya membantu masyarakat miskin, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi umat,” tegas Dr. Naghfir.
Dalam dialog tersebut, ia juga akan membahas bagaimana wakaf uang dapat diintegrasikan dengan berbagai sektor pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk pemberdayaan UMKM, penguatan pendidikan, hingga pembangunan sosial berbasis komunitas.
“Kita perlu membangun ekosistem wakaf yang modern. Artinya, wakaf tidak hanya dipahami sebagai amal ibadah, tetapi juga sebagai strategi ekonomi untuk membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” tandasnya.
Program Dialog Ramadan yang digelar oleh Pragaan Station ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat mengenai potensi besar ekonomi syariah yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan menghadirkan perspektif akademis sekaligus praktis, dialog ini juga menjadi ruang diskusi publik yang relevan dengan tantangan ekonomi masyarakat saat ini.
Melalui siaran radio dan platform digital Pragaan Station, diskusi tersebut diperkirakan akan menjangkau pendengar dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis sosial, hingga masyarakat umum yang tertarik pada pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Di tengah semangat Ramadan, dialog ini diharapkan tidak sekadar menjadi perbincangan di udara, tetapi juga memantik kesadaran baru bahwa wakaf uang dapat menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (REDJAVA****)












