Besok Live di Pragaan Station: Dr. Naghfir Ungkap Strategi Wakaf Uang Bangun Ekonomi Umat

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Besok Live di Pragaan Station: Dr. Naghfir Ungkap Strategi Wakaf Uang Bangun Ekonomi Umat

Besok Live di Pragaan Station: Dr. Naghfir Ungkap Strategi Wakaf Uang Bangun Ekonomi Umat

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Ramadan di Kabupaten Sumenep tidak hanya diwarnai kegiatan ibadah, tetapi juga diskusi strategis tentang masa depan ekonomi umat. Sebuah dialog bertema ekonomi syariah akan digelar melalui program Dialog Ramadan yang disiarkan oleh Pragaan Station.

Program ini mengangkat tema “Integrasi Peluang Wakaf Uang dalam Pengembangan Ekonomi Ummat” dan akan disiarkan secara langsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 14.00 WIB. Dialog tersebut menghadirkan Direktur Eksekutif Naghfir’s Institute, yakni Dr. Naghfir sebagai narasumber utama, dengan Ziyad Firdaus sebagai host.

Diskusi ini diproyeksikan menjadi ruang literasi publik tentang bagaimana wakaf uang dapat berperan lebih luas dalam pembangunan ekonomi umat. Selama ini, wakaf sering dipahami sebatas tanah atau bangunan, padahal potensi wakaf dalam bentuk uang dinilai jauh lebih fleksibel dan produktif jika dikelola secara profesional.

Baca Juga :  Peduli Olahraga Otomotif dan Tingkatkan Sektor Ekonomi, Pemkab Sumenep Gelar Event AF Drag Bike 2024

Dr. Naghfir menilai bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya filantropi Islam yang produktif.

“Ramadan adalah momentum spiritual sekaligus momentum sosial. Di bulan ini, kesadaran umat untuk berbagi meningkat, sehingga menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan konsep wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi,” ujar Dr. Naghfir kepada media ini, Minggu (15/03/2026).

Menurutnya, wakaf uang memiliki peluang besar untuk mendorong lahirnya berbagai program ekonomi yang berkelanjutan, mulai dari pembiayaan usaha mikro hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.

“Selama ini masyarakat lebih mengenal wakaf dalam bentuk tanah atau bangunan. Padahal wakaf uang memiliki fleksibilitas yang jauh lebih luas dan dapat dikelola secara produktif untuk kepentingan umat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan wakaf uang harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kelembagaan agar kepercayaan publik semakin kuat.

“Jika wakaf uang dikelola secara profesional dan transparan, maka dampaknya bisa sangat besar. Ia tidak hanya membantu masyarakat miskin, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi umat,” tegas Dr. Naghfir.

Dalam dialog tersebut, ia juga akan membahas bagaimana wakaf uang dapat diintegrasikan dengan berbagai sektor pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk pemberdayaan UMKM, penguatan pendidikan, hingga pembangunan sosial berbasis komunitas.

“Kita perlu membangun ekosistem wakaf yang modern. Artinya, wakaf tidak hanya dipahami sebagai amal ibadah, tetapi juga sebagai strategi ekonomi untuk membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” tandasnya.

Program Dialog Ramadan yang digelar oleh Pragaan Station ini diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat mengenai potensi besar ekonomi syariah yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan menghadirkan perspektif akademis sekaligus praktis, dialog ini juga menjadi ruang diskusi publik yang relevan dengan tantangan ekonomi masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Mudahkan Tingkat Kelulusan Ujian SIM, Polres Sumenep Ubah Materi Ujian Praktik SIM Angka 8 Menjadi Huruf S

Melalui siaran radio dan platform digital Pragaan Station, diskusi tersebut diperkirakan akan menjangkau pendengar dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis sosial, hingga masyarakat umum yang tertarik pada pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

Di tengah semangat Ramadan, dialog ini diharapkan tidak sekadar menjadi perbincangan di udara, tetapi juga memantik kesadaran baru bahwa wakaf uang dapat menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Respon Cepat Bupati Sumenep Kunjungi dan Serahkan Bantuan Korban Bencana Alam Puting Beliung

Berita Terkait

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi
1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi
Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa
Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep
Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi
BBM Non-Subsidi Naik, Akademisi UTM Ingatkan Ancaman Inflasi hingga Stagflasi di Madura
Hijrah Menuju Kemajuan, Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Sumenep Perkuat Karakter dan Kompetensi
Camat Dasuk Lantik Anggota BPD PAW Desa Slopeng, Perkuat Sinergi dan Pengawasan Pemerintahan Desa

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:54 WIB

Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:31 WIB

1.000 Dhamar Kambang Terangi Pembukaan HIMAGHA 33, Ghayatul Anwar Satukan Tradisi dan Pendidikan Generasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:36 WIB

Yonif TP 931/KJ Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Danyon Ajak Prajurit Hijrah Menuju Profesionalisme dan Pengabdian Terbaik untuk Bangsa

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:34 WIB

Doa Bersama 1 Muharram 1448 H di Masjid Nabawi Jadi Momen Spiritual Jamaah Haji Sumenep

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:09 WIB

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi Penangkapan Pelaku Narkoba

Gaya Hidup

Simpan Sabu dalam Songkok, Warga Dasuk Sumenep Diciduk Polisi

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:09 WIB